VOICEINDONESIA.CO, Pontianak –Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong penguatan sektor kewirausahaan sebagai solusi strategis menghadapi tantangan ketenagakerjaan, termasuk potensi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah perlambatan ekonomi.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Entrepreneur Hub Terpadu Kalbar 2025 di Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (2/6/2025).
“Angka pengangguran terbuka di Kalimantan Barat mencapai 4,23 persen, lebih rendah dari angka nasional yang 4,76 persen. Namun kita tidak boleh lengah. Tantangan PHK harus dihadapi dengan bijak, dan salah satu solusinya adalah mendorong pertumbuhan wirausaha baru,” ujar Ria Norsan.
Baca Juga: Entrepreneur Hub Kalbar 2025 Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Daerah
Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekonomi daerah yang kuat dan berbasis potensi unggulan. Selain itu, ia juga mengidentifikasi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Kalbar dengan 1,2 juta unit yang tersebar di berbagai sektor, namun masih menghadapi kendala akses permodalan, teknologi, dan pemasaran.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Kalbar. Terdapat 1,2 juta unit UMKM yang tersebar di berbagai sektor. Namun mereka masih menghadapi kendala pada akses permodalan, teknologi, dan pemasaran. Pemerintah daerah berkomitmen mempermudah akses pembiayaan, menyediakan pelatihan, hingga memperluas pasar melalui digitalisasi dan kemitraan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Entrepreneur Hub 2025 yang dinilainya sebagai langkah awal membangun ekosistem wirausaha yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kemenkop UKM Perkuat SDM Usaha Mikro Melalui Pelatihan
“Ini bukan hanya kegiatan simbolik, tapi titik awal untuk membangun ekosistem wirausaha yang berkelanjutan dan berdampak luas. Saya percaya Kalbar mampu melahirkan wirausaha tangguh yang siap menembus pasar global,” kata Maman, yang juga merupakan putra daerah Kalimantan Barat.
Maman menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan target nasional meningkatkan rasio kewirausahaan menjadi 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan semangat yang sama, kita ingin mendukung pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti yang ditargetkan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto,” pungkasnya.
Entrepreneur Hub Terpadu Kalbar 2025 merupakan program kolaboratif antara KemenKop UKM, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, serta lembaga keuangan dan komunitas, dengan tujuan mencetak wirausaha baru dan memperkuat UMKM di tingkat daerah.

