Pekerja Migran Indonesia

Mukhtarudin Perkenalkan “Halo Migran”, Langkah Baru Lindungi PMI di Malaysia

Afifah - VOICEIndonesia.co22 Mei 2026 pukul 19.27 WIB
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin
Foto: Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin(Foto: dok./voiceindonesia.co/kemenp2mi)
Iklan
Temukan lebih banyak
Panduan Kota & Daerah
Referensi Geografis
Peta

VOICEINDONESIA.CO, Kuala Lumpur – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, melakukan kunjungan kerja strategis ke salah satu raksasa industri kelapa sawit Malaysia, SD Guthrie, Kamis (21/5/2026).

Lawatan resmi ini bertujuan untuk memastikan standardisasi pelindungan pekerja hulu-ke-hilir sekaligus memperkenalkan terobosan sistem pendataan digital terintegrasi melalui aplikasi "Halo Migran".

Iklan

Dalam kunjungan tingkat tinggi tersebut, Menteri Mukhtarudin didampingi oleh Direktur Penempatan KP2MI Ahnas, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Dwi Setiawan Susanto, serta Duta Besar LBBP RI untuk Malaysia Raden Dato' Mohamad Iman Hascarya Kusumo.

Rombongan disambut langsung oleh jajaran eksekutif tertinggi SD Guthrie yang dipimpin oleh Jeffry Faizal Kamaruddin selaku Chief Executive Officer (CEO) Upstream Malaysia.

Menteri P2MI memberikan apresiasi tinggi dan menjadikan SD Guthrie sebagai percontohan (role model) nasional karena dinilai patuh hukum dengan mempekerjakan seluruh tenaga kerja asal Indonesia secara prosedural.

Berdasarkan data perusahaan, ratusan pekerja asal Indonesia bernaung di bawah SD Guthrie dari total lebih dari 18.000 pekerja migran yang menjadi tulang punggung operasional mereka hingga tahun 2026.

"Saya mengapresiasi penegakan regulasi di SD Guthrie karena seluruh proses rekrutmen Pekerja Migran dilakukan secara prosedural. Tidak ada satu pun Pekerja Migran di sini yang tidak berdokumen (undocumented), semuanya resmi mengikuti aturan perundang-undangan dari kedua negara," ujar Mukhtarudin.

Sebagai instrumen penguat proteksi baru, KP2MI memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan platform "Halo Migran".

Aplikasi domestik resmi ini berfungsi sebagai basis data interaktif bagi Pekerja Migran Indonesia di Malaysia yang belum terdaftar di sistem SISKOP2MI, termasuk mereka yang sedang memperpanjang kontrak atau Perjanjian Kerja (PK).

Iklan
Temukan lebih banyak
Peta
Referensi Geografis
Panduan Kota & Daerah

Melalui skema terintegrasi ini, para pekerja dipastikan mendapatkan hak dasar dan proteksi penuh negara, mulai dari penerbitan E-KPMI, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, advokasi hukum, hingga insentif pembebasan bea masuk dan program rumah subsidi saat pulang.

Ia menegaskan bahwa program pendataan ini tidak membebani pekerja sama sekali karena seluruh biaya administrasi dokumen dan jaminan sosial ditanggung penuh oleh pihak pemberi kerja (employer).

Di hadapan ratusan pekerja, Mukhtarudin juga mengingatkan status mereka sebagai Duta Bangsa dan meminta mereka melek finansial dengan menjauhi tindakan destruktif.

"Fokus untuk bekerja demi masa depan. Jauhi hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri, terutama narkoba dan judi online (judol). Kelola penghasilan kalian dengan bijak melalui tabungan atau investasi," tegasnya.

Menutup agenda kunjungannya, Menteri P2MI berharap jalinan kemitraan dengan industri global seperti SD Guthrie dapat terus berlanjut guna menyerap potensi melimpahnya penduduk usia produktif Indonesia yang tengah menikmati puncak bonus demografi.

Pemerintah berkomitmen memastikan pasokan tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri di masa depan didominasi oleh skilled workers (tenaga kerja terampil) yang kompeten dan bersertifikat resmi. (af)

Pilihan Redaksi

BGN Klarifikasi Soal Jatah Susu Formula MBG untuk BayiNasional

BGN Klarifikasi Soal Jatah Susu Formula MBG untuk Bayi

Afifah·22 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Pekerja Migran Indonesia

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->