Humaniora

WHO Sebut Tingkat Kematian Wabah Ebola di Kongo Capai 50 Persen

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co30 Mei 2026 pukul 09.25 WIB
Ilustrasi pengujian sampel virus Ebola di laboratorium di tengah wabah Ebola galur Bundibugyo yang sedang merebak di Republik Demokratik Kongo.
Ilustrasi tabung sampel virus Ebola dalam pemeriksaan laboratorium.(Foto: Voiceindonesia.co)
Iklan
Temukan lebih banyak
Kelulusan
Akademi & Universitas
Referensi Geografis

VOICEINDONESIA.CO, Jenewa – Wabah Ebola galur Bundibugyo yang tengah merebak di Republik Demokratik Kongo kian mengkhawatirkan. Organisasi kesehatan dunia atau The World Health Organization (WHO) memperingatkan tingkat kematian akibat virus ini bisa mencapai 50 persen, jauh lebih mematikan dibanding wabah Ebola pada umumnya.

Pejabat teknis program kedaruratan kesehatan WHO Anais Legand menyampaikan angka itu berdasarkan data wabah Bundibugyo sebelumnya yang mencatat tingkat kematian pasien terkonfirmasi di kisaran 30 hingga 50 persen.

Iklan
Temukan lebih banyak
Berita
Peta
Panduan Kota & Daerah

"Angka ini sangat tinggi. Artinya, hingga lima dari setiap 10 orang kemungkinan akan meninggal," kata Legand dalam pengarahan di Jenewa, Jumat (29/5/2026).

Hingga 28 Mei 2026, tercatat 125 kasus terkonfirmasi termasuk 17 kematian di 13 zona kesehatan. Secara keseluruhan data WHO mencatat 906 kasus suspek dan 223 kematian akibat wabah ini, sementara jumlah kasus baru diperkirakan terus bertambah seiring meluasnya pengujian terhadap masyarakat.

Di tengah situasi genting itu, vaksin yang dibutuhkan belum tersedia. Kandidat paling menjanjikan yakni vaksin rekombinan rVSV Bundibugyo yang dikembangkan International AIDS Vaccine Initiative masih membutuhkan tujuh hingga sembilan bulan untuk rampung. Kandidat lain yaitu ChAdOx1 Bundibugyo dari Universitas Oxford dan Serum Institute of India diperkirakan bisa tersedia dalam dua hingga tiga bulan untuk dievaluasi melalui uji klinis.

WHO menegaskan tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan maupun perdagangan dengan RDK dan Uganda, namun kedua negara tetap diwajibkan melakukan pemeriksaan ketat terhadap seluruh pelaku perjalanan yang akan berangkat. Kekhawatiran penyebaran ke negara lain pun meluas, terbukti dari permintaan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni kepada pimpinan Uni Eropa untuk meningkatkan koordinasi pengawasan perbatasan menyusul merebaknya wabah ini.

Pilihan Redaksi

Tiga Negara Ini Bisa Jadi Tujuan Utama Welder Asal IndonesiaPekerja Migran Indonesia

Tiga Negara Ini Bisa Jadi Tujuan Utama Welder Asal Indonesia

Afifah·29 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Humaniora

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->