Program CKG bagi Ojol Diperluas Hingga 4 ribu Peserta pada Mei 2026
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pengemudi ojek online dengan menargetkan 4.000 peserta pada Mei 2026.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan kolaborasi dengan swasta sejak 2025 telah melayani sebanyak 1.141 mitra pengemudi ojek online dalam program CKG. Perluasan cakupan ini merupakan upaya pemerintah mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan mobilitas tinggi.
"Kolaborasi dengan pihak swasta memungkinkan layanan kesehatan hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk mitra pengemudi yang memiliki mobilitas tinggi. Langkah ini merupakan upaya promotif dan preventif pemerintah untuk mendeteksi dini penyakit," katanya pada Rabu (20/5/2026).
Dante menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang kesehatan. Kesehatan harus dijaga melalui deteksi dini, bukan sekadar diobati saat sudah sakit, terutama untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Kementerian Kesehatan menargetkan program Cek Kesehatan Gratis nasional dapat menjangkau 130 juta masyarakat Indonesia sepanjang 2026. Program hasil kolaborasi Kementerian Kesehatan dan Gojek ini menyasar 17 kota di Indonesia sepanjang Februari hingga Desember 2026.
Program CKG komunitas GoTo telah berjalan sejak 2025 dan hingga April 2026 sebanyak 1.141 peserta telah terlayani di Jakarta dan Palembang. Pada Mei 2026, program diperluas ke Bandung, Semarang, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya dengan target 4.000 peserta.
Saat meninjau CKG bagi komunitas pengemudi ojol di Bandung, Dante menyebutkan para mitra pengemudi mendapatkan layanan kesehatan komprehensif. Layanan mencakup pemeriksaan fisik, tekanan darah, gula darah, profil lipid, hingga pemeriksaan mata, gigi, dan telinga.
Peserta dengan faktor risiko tertentu juga mendapatkan layanan EKG, pemeriksaan SADANIS untuk perempuan, konsultasi dokter, serta pemberian obat untuk diabetes dan hipertensi. Tindak lanjut hasil pemeriksaan dilakukan secara terintegrasi dengan merujuk ke puskesmas atau FKTP sesuai kepesertaan BPJS Kesehatan.
"Peserta kategori hijau diberikan edukasi pola hidup sehat, sementara peserta kategori kuning dan merah langsung mendapatkan tindakan medis gratis," katanya.
VP Public Policy & Government Relation GoTo Group Rangga D. Fadillah menyatakan pihaknya memprioritaskan kesehatan mitra pengemudi karena mereka merupakan garda terdepan sekaligus kebanggaan ekosistem Gojek. Para mitra selama ini bekerja dengan penuh ikhtiar menghadapi segala cuaca dan kepadatan jalan.
"Driver yang sehat adalah driver yang fokus. Dengan deteksi dini melalui CKG, kita meminimalkan risiko gangguan kesehatan mendadak saat mereka bertugas, yang secara langsung meningkatkan keselamatan baik bagi mitra, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya," kata Rangga.
Pilihan Redaksi
EditorialMenjaga Nyawa dan Martabat Pekerja Migran Indonesia
PENCANTUMAN Komitmen negara dalam melindungi setiap warga negaranya kembali diuji oleh realitas pahit di lapangan. Fenomena penempatan Pekerja Migran Indonesia
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.




























