VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Ribuan massa tetap bertahan hingga pagi hari. Warga memperlihatkan sembilan mobil milik Brimob yang dibakar dini hari. Dalam video yang beredar, warga menyebut kendaraan itu biasa diparkir Brimob di lokasi tersebut.
Hari ini massa semakin membeludak sejak subuh. Ribuan orang sudah berkumpul, sehingga potensi kericuhan atau chaos diperkirakan akan lebih besar.
Aksi demonstrasi yang berujung anarkisme dinilai menjadi bentuk kemarahan rakyat atas sikap sejumlah anggota DPR. Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai aksi itu terjadi karena pola komunikasi anggota DPR yang menunjukkan sikap nirempati.
Baca Juga: Ogah Introspeksi, Prabowo Kembali Salahkan Provokasi Pihak Luar Penyebabab Kericuhan Demo
“Aksi yang berujung anarkisme hingga memakan korban jiwa, saya kira terjadi karena pola komunikasi dan sikap anggota DPR yang menunjukkan sikap nirempati,” kata Iwan Setiawan, Jumat (29/8/2025).
Iwan menegaskan, anggota DPR tidak cerdas dalam merespon kritik publik terkait kenaikan gaji dan tunjangan. Menurutnya, mereka justru terkesan arogan dan provokatif dalam menjalankan amanah yang sedang diemban.
Dia menilai DPR menghindar dari kritik rakyat. Hal itu terlihat dari sikap enggan membuka pintu komunikasi untuk menyelesaikan masalah.
Baca Juga: Polri Wajib Jalankan Perintah Presiden, Hukum Anggota Terlibat Kematian Driver Ojol
“Justru, saat aksi terjadi terkesan para anggota DPR menghindar dan tidak ada yang mau membuka komunikasi, lalu mereka hanya disuruh berhadap-hadapan dengan aparat keamanan,” jelasnya.