Kulitas ASN di Perbatasan Perlu Ditingkatkan
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – "Melalui bimtek ini, kami mendorong peningkatan kualitas dan efektivitas penataan ruang kawasan perbatasan, baik yang diselenggarakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," ujar Edfrie.
Bimtek digelar dengan metode blended learning yang memadukan pembelajaran daring dan tatap muka, dilengkapi modul terstruktur dan diakhiri dengan monitoring dan evaluasi. Peserta dari daerah secara khusus didorong aktif berdiskusi agar hasil pembelajaran bisa langsung diterapkan di lapangan.
Sekretaris BPSDM Kementerian ATR/BPN Deni Prasetyo menekankan tantangan terbesar bukan lagi soal regulasi atau dokumen perencanaan, melainkan pada kemampuan aparatur menerjemahkan instrumen itu menjadi keputusan nyata yang efektif.
"Tata ruang di perbatasan bukan sekadar dokumen, melainkan instrumen negara untuk mengelola wilayah dan berbagai kepentingan yang hadir secara bersamaan," jelas Deni.
Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia Adriadi Dimastanto turut menyambut keterlibatan IAP dalam bimtek ini dan menegaskan asosiasi siap berperan aktif dalam perencanaan, pemanfaatan, serta pengendalian penataan ruang kawasan perbatasan secara berkelanjutan.
Pilihan Redaksi
Ini Alasan Prabowo Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN
Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional setelah melakukan monitoring dan evaluasi selama sekitar 1,5 tahun. Bukan hanya Dadan, dua Wakil Kepala BGN yakni Lodewijk dan Sonny Sanjaya juga dicopot bersamaan.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengu
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.



















