VOICEINDONESIA.CO,Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) kembali menggagalkan pengiriman pekerja migran unprosedural di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten, Jum’at, 22 November 2024.
Korban berjumlah tiga orang perempuan. Mereka hendak diberangkatkan ke Phnom Penh, Kamboja untuk dipekerjakan sebagai scammer.
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengatakan, kasus ini tentu akan ditindaklanjuti dengan mencari sindikat atau pelaku yang terlibat dalam pengiriman.
“Kita akan kembangkan sindikatnya siapa. Yang kita cari adalah pemain di belakang. Jangan cuma lihat sedikit atau banyak yang berhasil digagalkan kepergiaan. Tapi dari sini kita akan kembangkan semuanya,” kata Karding saat dikonfirmasi di Jakarta, Jum’at malam (22/11/2024).
Baca Juga : Polda Riau ungkap 16 kasus TPPO dengan 41 korban
Upaya menggagalkan pengiriman CPMI ini berdasarkan laporan dari masyarakat. kemudian Tim bergerak cepat, menyusuri areal bandara hingga akhirnya menemukan ketiganya.
Setelah dikonfirmasi, korban masing-masing MA asal Sulawesi Utara, KA asal Gorontalo dan MI asal Sulawesi Utara mengaku hendak berangkat ke Kamboja dan bekerja sebagai scammer.
Petugas KP2MI kemudian membawa ketiganya ke lounge PMI BP3MI Banten untuk diminta keterangan. Salah satunya mengaku sebelum sampai ke Jakarta, mereka kerap berpindah-pindah lokasi dan dibawa oleh calo dan jaringannya.
Untuk pembuatan paspor dilakukan sendiri-sendiri dan diganti oleh calo. Sedangkan untuk proses keberangkatan dari daerah masing-masing dan diarahkan melalui ponsel.
Sejumlah barang bukti berupa tiga KTP CPMI, kemudian tiga paspor dan tiket boarding pass, Jakarta-Kuala Lumpur, Kuala Lumpur-Pnhom Penh ikut diamankan. (*/Anton P)