Internasional

Iran Tutup Pengiriman Senjata AS di Selat Hormuz

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co14 Mei 2026 pukul 14.26 WIB
Iran meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat dengan melarang pengiriman senjata AS melintasi Selat Hormuz menuju pangkalan militer di Timur Tengah.
Kapal patroli militer Iran melintas di perairan Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dan gas dunia di kawasan Teluk Persia.(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)
Iklan
Temukan lebih banyak
Peta
Panduan Kota & Daerah
Referensi Geografis

VOICEINDONESIA.CO, Teheran – Iran menaikkan eskalasi konflik dengan Amerika Serikat ke level baru. Teheran kini secara resmi melarang pengiriman senjata AS melewati Selat Hormuz menuju pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia menegaskan larangan itu berlaku mulai sekarang dan bukan sekadar gertakan. Iran bahkan mengklaim pengendalian penuh atas selat tersebut dengan pembagian zona, bagian barat di bawah Korps Garda Revolusi Islam dan bagian timur dikendalikan tentara Iran.

Iklan
Temukan lebih banyak
Referensi Geografis
Panduan Kota & Daerah
Peta

"Mulai sekarang, kami tak akan mengizinkan senjata Amerika melintasi Selat Hormuz dan memasuki pangkalan-pangkalan regional," tegas Akraminia seperti dikutip Press TV, dilansir Antara, Kamis (14/5/2026).

Langkah ini bukan tanpa konteks. Konflik AS-Iran yang meledak sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari telah berulang kali mengguncang jalur pelayaran di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Setiap eskalasi langsung mendorong kenaikan harga bahan bakar dunia.

Gencatan senjata dua minggu yang diumumkan pada 7 April sempat membuka peluang damai melalui pembicaraan di Islamabad, namun berakhir tanpa hasil. Trump sempat memperpanjang penghentian permusuhan sambil menunggu Iran mengajukan proposal terpadu.

Iran juga mengklaim pengendalian atas Selat Hormuz berpotensi menghasilkan pendapatan hingga dua kali lipat pendapatan minyak negara tersebut, menjadikan jalur ini bukan sekadar senjata tekanan militer tetapi juga kartu ekonomi yang sangat berharga.

Pilihan Redaksi

DPR Kritik Aturan Perpanjangan Paspor Diaspora di EropaImigrasi

DPR Kritik Aturan Perpanjangan Paspor Diaspora di Eropa

Afifah·20 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Internasional

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.idIJINCepat.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

#EventBerkelas

Didukung oleh

Naremax Integrated Event Partner

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->