VOICEINDONESIA.CO, Batam – Tidak dijelaskan secara detil mengenai gerak-gerik atau prilaku dari ketiga orang asing itu: dua warga Vietnam dan satu warga Myanmar ini hingga membuat aparat curiga. Tapi dari informasi awal inilah, tim gabungan Kodaeral IV dan Satgas POA Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI mengintai hingga akhirnya rencana keberangkatan 12 WNA lainnya ke Malaysia melalui jalur gelap pesisir Batam terbongkar.
Di balik semaknya bakau, Pulau Lumba, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Kepri, Selasa, 20 Oktober 2026 siang, belasan orang: tujuh diantaranya perempuan dan lima laki-laki ini menanti tekong. Namun, jemputan perahu yang ditunggu tak lain adalah petugas gabungan. Kawanan ini ternyata bukan sekadar pelintas batas biasa.
Dari pemeriksaan awal, masa izin tinggal (overstay) mereka di Indonesia telah kedaluwarsa. Alih-alih ke Kantor Imigrasi menyelesaikan denda administrasi, mereka lebih mencari calo agar keluar dari Indonesia lewat jalur gelap.
Berdasarkan informasi di lapangan, belasan WNA ini disebut-sebut ada yang jadi operator scam. Menurut Komandan Kodaeral IV Laksda TNI, Berkat Widjanarko bahwa motif di balik pelarian ini masih didalami. "Apakah sekadar menghindari beban denda dan deportasi overstay, ataukah bagian dari jaringan yang lebih besar," kata Berkat.
Pihaknya mengimbau, masyarakat dapat mengawasi aktivitas mencurigakan yang melibatkan WNA serta segera melaporkannya kepada aparat berwenang. Para WNA diserahkan kepada Kantor Imigrasi Batam untuk proses lebih lanjut.(iko)























