VOICEINDONESIA.CO, Malang – Kebakaran melanda tumpukan sampah di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, Jawa Timur. Api yang membakar timbunan sampah membuat pemadaman tidak berjalan mudah.
Selain menghadapi potensi perambatan api, petugas juga harus mewaspadai gas metana yang terkandung di dalam tumpukan sampah dan beberapa kali memicu suara ledakan.
Informasi kebakaran tersebut diterima UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang pada pukul 13.00 WIB. Kepala UPT Damkar Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan laporan awal disampaikan langsung oleh pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Sebanyak 50 personel dikerahkan dengan dukungan enam unit mobil tangki milik Damkar Kota Malang.
Penanganan kebakaran kemudian diperkuat dengan bantuan personel dan kendaraan dari Damkar Kabupaten Malang. Armada tangki dari DLH dan PDAM juga dilibatkan untuk menunjang kebutuhan air selama pemadaman berlangsung.
Namun, upaya menjinakkan api di kawasan TPA Supit Urang bukan perkara sederhana. Tumpukan sampah yang terbakar memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran pada bangunan atau lahan terbuka. Api yang berhasil dipadamkan di permukaan belum tentu benar-benar padam karena bara masih berpotensi bertahan di bagian dalam timbunan.
Situasi semakin menantang lantaran sampah mengandung gas metana yang berpotensi memicu ledakan. Pandu menyebut, suara ledakan bahkan beberapa kali terdengar di tengah penanganan kebakaran tersebut.
“Tentu ini menambah kesulitan karena tumpukan sampah mengandung gas metana dan beberapa kali sempat ada suara ledakan,” kata Pandu.
Kondisi itu membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan titik api tidak terus menyala di bagian dalam tumpukan sampah. Sebab, ketika api di permukaan berhasil dijinakkan, masih terdapat kemungkinan bara tersembunyi yang belum tersentuh pemadaman.
“Tumpukan sampah ini jika dipadamkan pada bagian atas, namun masih ada api tersembunyi yang masih belum diketahui berapa kedalamannya,” ungkap Pandu.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, petugas tidak hanya berfokus memadamkan titik api yang sudah terbakar. Penyekatan dilakukan di area yang belum tersentuh api, disertai pembasahan untuk menekan potensi perambatan ke bagian lain.
Di tengah penanganan tersebut, Damkar Kota Malang juga masih menunggu tambahan bantuan dari Damkar Brawijaya dan PT Bentoel. Sementara itu, tim Dinas Kesehatan bersama relawan medis turut disiapkan untuk mendukung kebutuhan penanganan di lokasi kejadian.
Meski kebakaran masih dalam penanganan, Pandu memastikan permukiman warga tidak berada dalam jangkauan langsung api. Jarak antara titik kebakaran dan kawasan tempat tinggal warga membuat kondisi permukiman sejauh ini masih tergolong aman.
“Kalau pemukiman warga radiusnya jauh dari jangkauan api sehingga masih kategori aman,” kata Pandu.
Pandu menegaskan, upaya pemadaman terus dilakukan bersama seluruh unsur yang terlibat. Petugas berupaya mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas, dengan mempertimbangkan potensi bara tersembunyi di dalam tumpukan sampah.(joe)























