VOICEINDONESIA.CO, Yogyakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan 1.369 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) siap beroperasi pada awal 2027. Jumlah itu bagian dari target Presiden Prabowo Subianto membangun 5.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia secara bertahap.
“Mungkin tadinya nelayan itu nangkap langsung dijual. Nah, sekarang kan dengan adanya gudang beku portabel, hasil tangkapannya bisa disimpan dan mutunya tidak turun sehingga harganya pun tetap mendapatkan harga yang tinggi,” kata Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura pada (22/10/2026).
Andy menyebut pembangunan KNMP tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi juga mengubah budaya dan tata kerja nelayan. Pembiasaan itu mencakup penyediaan es lewat fasilitas KNMP dan pengelolaan sistem penjualan ikan hasil tangkapan.
“Untuk pembangunan KNMP ini kan kita tidak hanya membangun terkait dengan infrastrukturnya, tapi juga kita membangun terkait dengan transformasi budaya dan tata kerja yang ada,” ujarnya.
Dari 1.369 titik yang dibangun pada 2025 hingga 2026, sebanyak 1.269 titik masih dalam proses pembangunan infrastruktur. Sisanya, 100 titik termasuk KNMP Poncosari di Srandakan, Bantul, sudah memasuki tahap persiapan operasional.
KKP akan mengintensifkan bimbingan teknis bagi pengurus KNMP dan memberikan edukasi kepada masyarakat serta nelayan. Kementerian juga memfasilitasi mekanisme pembiayaan sebelum kampung nelayan tersebut beroperasi.
“Tujuan utamanya di sini itu kita membentuk suatu ekosistem ekonomi yang menguntungkan dan mempermudah bagi para nelayan,” pungkasnya.























