VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Setiap rumusan, kebijakan yang dikoordinasikan, dan layanan yang diberikan pemerintah harus berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat. Aparatur sipil negara (ASN) diminta menghapus sekat komunikasi agar setiap tantangan bisa diselesaikan bersama.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengingatkan jajarannya bahwa kebijakan publik harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kebijakan itu juga harus mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan berdampak.
“Setiap rumusan yang kita susun, setiap kebijakan yang kita koordinasikan, setiap layanan yang kita berikan harus berujung pada manfaat yang nyata yang dirasakan oleh masyarakat,” ujar Yusril di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Yusril menegaskan tidak ada satu bagian pun yang bisa berjalan sendiri-sendiri. Setiap keberhasilan, kemajuan, dan pencapaian, baik di kedeputian maupun kesekretariatan, merupakan kemajuan Kemenko Kumham Imipas secara utuh.
Ia menyebut tiga hal yang perlu menjadi perhatian ASN, yakni memperkuat sinergi antarlini kerja, meningkatkan kualitas pengabdian yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, serta menjaga kebersamaan dan sikap saling mendukung.
Yusril juga menilai peningkatan kualitas ASN harus tercermin dalam pelaksanaan tugas yang profesional, teliti, dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan pentingnya lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan saling mendukung.
Keberagaman latar belakang, pengalaman, dan keahlian ASN diharapkan menjadi kekuatan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi di bidang hukum, HAM, imigrasi, dan pemasyarakatan.
“Mari hilangkan sekat-sekat komunikasi dan selesaikan setiap tantangan secara bersama-sama,” kata Yusril menegaskan.
Arahan itu disampaikan dalam kegiatan Penguatan Kapasitas ASN bertema Sinergi untuk Keadilan, Indonesia Bermartabat. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan puncak peringatan Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas 2026.
Sejak 1 Oktober 2026, rangkaian Hari Bakti mencakup lomba desain logo, lomba karya literasi yang diikuti 490 peserta, dan donor darah yang mengumpulkan 111 kantong darah. Penyuluhan hukum bertema Kenali Hukumnya, Jaga Dirimu, juga digelar di lima sekolah menengah atas di Jakarta dan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan di Tangerang, Banten.
Kemenko Kumham Imipas turut menyerahkan piagam Satya Lencana Karya Satya kepada perwakilan pegawai, cenderamata bagi pegawai purnatugas, dan penghargaan kepada instansi serta sekolah pendukung. Peluncuran Mars Kemenko Kumham Imipas juga mengisi acara.
“Dua tahun bukanlah waktu yang lama, namun cukup untuk membuktikan bahwa kekuatan terbesar Kemenko Kumham Imjpas bukan pada bangunan lembaga ini melainkan pada kebersamaan dan pengabdian,” pungkasnya.























