VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan Dewan Keamanan (DK) PBB tak lagi mewakili realitas dunia saat ini. Ia menyampaikan hal itu di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Guterres menyoroti komposisi lima anggota tetap DK PBB yang dinilainya sudah tidak relevan. Tiga di antaranya berasal dari Eropa, yakni Prancis, Inggris, dan Rusia, satu dari Amerika Utara yakni Amerika Serikat, dan satu dari Asia yakni Republik Rakyat China.
“Apakah itu ada kaitannya dengan dunia saat ini? Apakah itu badan yang masih dapat mewakili realitas dunia di hari ini? Tentu saja tidak,” tegasnya.
Guterres juga menuding anggota tetap DK PBB justru memulai perang dan mengabaikan hukum internasional. Langkah sembrono itu, menurutnya, melumpuhkan DK PBB dan membuat kapasitasnya menjaga perdamaian dunia kian terbatas.
“Sayangnya, hari ini, kita melihat anggota tetap Dewan Keamanan PBB justru melancarkan perang dengan mengabaikan hukum internasional,” katanya.
Menurut Guterres, reformasi DK PBB merupakan keharusan. Reformasi itu harus memastikan negara-negara berkembang punya pengaruh dan peluang berkontribusi lebih besar dalam pengambilan keputusan.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat global terhadap multilateralisme di tengah lunturnya solidaritas internasional.























