4 Calon PMI Nyaris Jadi Korban TPPO di Riau
VOICEINDONESIA.CO, Pekanbaru – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan empat orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal menuju Malaysia.
Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pelabuhan Pelindo I Dumai tersebut, polisi juga meringkus seorang pria berinisial J yang diduga kuat bertindak sebagai agen lapangan jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Direktur Polairud Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Apri Fajar Hermanto, mengungkapkan bahwa penggagalan ini berawal dari laporan masyarakat mengenai aktivitas pemberangkatan tenaga kerja nonprosedural melalui jalur pelabuhan internasional.
Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan tertutup dan penyamaran di area pelabuhan pada Senin (11/5/2026).
"Petugas di lapangan mendapati tersangka J sedang membagikan paspor kepada empat calon PMI yang bersiap diberangkatkan ke Malaysia menggunakan kapal Ferry Indomal. Petugas langsung bergerak mengamankan pelaku dan para calon pekerja," kata Apri Fajar di Pekanbaru, Jumat (15/5/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka J diketahui memiliki peran vital dalam mengondisikan keberangkatan di lapangan.
Ia bertugas menjemput para korban di terminal bus Dumai, memfasilitasi tiket penyeberangan kapal cepat, hingga menginstruksikan para calon PMI untuk memberikan keterangan palsu kepada petugas Imigrasi saat proses pemeriksaan dokumen.
Guna mengelabui otoritas pelabuhan, para calon PMI dipaksa mengaku bahwa perjalanan mereka ke Malaysia hanya bertujuan untuk mengunjungi sanak saudara.
Berdasarkan pengembangan sementara, jaringan ini diduga dikendalikan oleh aktor intelektual lain berinisial S yang mengontrol perekrutan serta mobilisasi para korban dari wilayah Lampung.
Saat ini, tersangka J beserta barang bukti dokumen perjalanan telah diamankan di Mako Ditpolairud Polda Riau demi kepentingan penyidikan.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini untuk memutus rantai jaringan penyelundupan tenaga kerja antarprovinsi tersebut hingga ke akarnya. (af)
Pilihan Redaksi
NasionalPrabowo Kembali "Remehkan" Pelamahan Kurs Rupiah Terhadap Dollar
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar dokumen administrasi keuangan, melainkan instrumen perjuangan mutlak untuk melindungi rakyat dan menjamin kesejahteraan nasional. Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Negara mematok target agresif
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.































