VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Sistem magang ke Jepang akan berganti mulai April 2027 melalui Employment for Skill Development Program (ESDP). Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan calon peserta sejak sekarang.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menyebut persiapan itu harus mencakup keterampilan, bahasa, budaya, dan adaptasi terhadap lingkungan kerja di Jepang.
“Karena yang perlu kita persiapkan bukan hanya jumlah peserta yang akan berangkat, tetapi juga kualitas kompetensinya. Penguasaan bahasa, keterampilan teknis, pemahaman budaya kerja, dan K3 menjadi bekal penting agar peserta mampu beradaptasi dan berkembang di lingkungan industri Jepang,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Kemnaker melalui Ditjen Binalavotas menandatangani Kesepahaman Bersama (MoU) dengan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan) tentang Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja untuk penyelenggaraan ESDP di Jepang.
MoU itu mengatur pertukaran data dan informasi untuk evaluasi program, sosialisasi kepada masyarakat, serta rekrutmen dan seleksi calon peserta. Kedua pihak juga sepakat menggelar pelatihan pra-pemberangkatan di Indonesia, pelatihan pemantapan, dan pendampingan peserta selama di Jepang.
Kerja sama itu turut mencakup pengembangan program pelatihan, peningkatan kompetensi instruktur, dan pemanfaatan sarana serta prasarana pelatihan.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pelatihan dan pengalaman kerja langsung di perusahaan Jepang,” katanya.
Yassierli menekankan pentingnya koordinasi antara Kemnaker, IM Japan, perusahaan penerima, dan pihak terkait di kedua negara. Koordinasi itu menyiapkan mekanisme pelaksanaan program sekaligus menjaga keberlanjutan kerja sama selama masa transisi ke sistem baru.
“Kami mencermati perubahan sistem tersebut yang perlu diantisipasi melalui persiapan terencana agar tenaga kerja Indonesia dapat mengikuti program dengan kompetensi yang sesuai dan memperoleh pelindungan selama berada di Jepang,” tegasnya.
Ia juga meminta IM Japan terus memperluas peluang bagi tenaga kerja Indonesia sesuai kebutuhan industri Jepang dan kapasitas pelatihan di Indonesia.
“Kami terbuka untuk menjajaki perluasan kerja sama ke berbagai sektor potensial, serta mendorong keterlibatan perusahaan Jepang dalam menyelaraskan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan kompetensi di tempat kerja,” pungkasnya.























