Jakarta – Indonesia dan Kamboja bahas komitmen kerja sama dalam memberantas perdagangan orang di forum The 26th ASEAN Directors General of Immigration Departments and Heads of Consular Affair Division of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM).
Pertemuan tahun ke-26 direktur jenderal (dirjen) imigrasi dan kekonsuleran se-Asia Tenggara itu berlangsung pada 8-11 Agustus di Phuket, Thailand.
Hadir juga perwakilan dari imigrasi kedua negera yaitu Silmy Karim Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI dan Jenderal Polisi Chantarith Kirth.
“Dalam pertemuan itu, saya sampaikan bahwa banyak WNI (Warga Negara Indonesia) jadi korban, penipuan online, sampai penjualan ginjal,” kata Silmy, dilansir dari ANTARA, Jumat, 11 Agustus 2023.
Silmy menjelaskan bahwa berdasarkan penjelasan delegasi Kamboja, kegiatan judi dari di negara itu sempat dilegalkan. Namun izin operasi judi maupun judi daring telah dicabut dan dinyatakan ilegal sejak Juni 2019.
Silmy juga menjelaskan pada 2022 sempat dilakukan operasi di Sihanoukville yang ditunjuk menjadi salah satu pusat perjudian.
“Lebih dari 200 orang ditangkap dan sebagian besarnya dari Indonesia,” tambah Silmy.
Setelah operasi tersebut, WNI yang terindikasi sebagai korban kemudian berada di bawah perlindungan Kedutaan Besar RI di Phnom Penh.
“Yang terindikasi sebagai korban ditempatkan sementara di dinas sosial, sementara yang bukan (korban) ditempatkan di ruang detensi Imigrasi Kamboja,” kata Silmy.
Sedangkan untuk informasi penjualan ginjal menjadi informasi yang baru diketahui pemerintah Kamboja.
Di Indonesia, Silmy menjelaskan bahwa pihaknya telah mengimbau jajaran Imigrasi untuk melakukan upaya preventif dan protektif dalam pencegahan perdagangan orang.
Pihaknya juga akan bekerja sama dengan negara Kamboja untuk menangani hal ini.
“Terkait perdagangan orang yang sudah banyak menelan korban, kami sepakat Indonesia akan menginisiasi pembuatan kesepakatan kerja sama dengan Kamboja sebagai tindak lanjut. Kami harapkan akan segera rampung dalam waktu dekat,” ungkap Silmy Karim.