BaraNusa Kecam Keras Tindakan Represif Aparat, Desak Presiden Prabowo Lakukan Evaluasi Total

insiden yang merenggut nyawa seorang pengemudi Ojek Online (Ojol) bernama Affan Kurniawan asal Palmerah

by VOICEINDONESIA.CO
0 comments
A+A-
Reset
Foto : Salah satu Ojol yang melintas di Jalan Patal Senayan, Jakarta Pusat Kamis (28/8/2025).(Voiceindonesia.co/Anton Sahadi).(dok.voiceindonesia.co/Anton Sahadi)

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta – Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa) melayangkan kecaman keras terhadap tindakan represif aparat kepolisian yang terjadi selama demonstrasi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung pada 25 Agustus 2025 dan 28 Agustus 2025.

Menurut Ketua Umum BaraNusa, Adi Kurniawan, insiden yang merenggut nyawa seorang pengemudi Ojek Online (Ojol) bernama Affan Kurniawan asal Palmerah, Jakarta Barat, adalah wujud kekejaman aparat yang harus ditindak tegas.

“Ini adalah tragedi memilukan bagi republik ini yang mesti disikapi secara serius, tidak boleh dianggap sepele. Kami mendesak aparat kepolisian bertanggung jawab penuh atas meninggalnya saudara kami, salah satu Ojol yang dilindas oleh Brimob biadab itu,” tegas Adi dalam keterangan tertulis pada Jumat (29/08/25).

Adi menilai, demonstrasi yang diikuti oleh Ojol, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum ini merupakan luapan kemarahan publik akibat berbagai kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat. Kondisi ini diperparah oleh tingginya pajak, maraknya korupsi di kalangan pejabat, dan kemiskinan yang semakin terasa.

“Pemerintah saat ini tidak memiliki solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Sebaliknya, mereka malah mempertontonkan kemewahan di tengah penderitaan rakyat. Menurut saya, wajar jika kemarahan rakyat semakin tidak terkendali,” ujar Adi.

Adi juga mendesak pemerintah agar segera melakukan evaluasi serius terhadap seluruh kebijakan ekonomi dan politik, baik dari pihak eksekutif maupun legislatif.

“Jangan jadikan negara ini sebagai eksperimen yang berakibat pada kesengsaraan rakyat. 80 tahun Indonesia merdeka, namun tidak ada perbaikan. Yang ada justru perampokan kekayaan alam dan penindasan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengkonsolidasikan seluruh kabinet merah putih guna mengatasi gejolak kemarahan rakyat di berbagai daerah, termasuk Jakarta.

“Kami mendesak Presiden Prabowo melakukan evaluasi total terhadap kabinetnya, termasuk Kapolri dan Panglima TNI. Jangan biarkan rakyat hidup dalam ketakutan—ketakutan terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat dan kekacauan yang terjadi di mana-mana. Jika tidak, jangan salahkan jika negeri ini hancur karena pemimpinnya tidak becus mengurus negara,” pungkasnya.

Editorial VOICEIndonesia

Tentang VOICEINDONESIA.CO

LOGO-VOICEINDONESIA.CO-Copy

VOICEIndonesia.co Merupakan Rumah untuk berkarya, Menyalurkan Bakat, Ide, Beradu Gagasan menyampaikan suara Rakyat dari pelosok Negeri dan Portal berita pertama di Indonesia yang secara khusus mengulas informasi seputar Ketenagakerjaan, Juga menyajikan berita-berita Nasional,Regional dan Global . VOICEIndonesia.co dedikasikan bukan hanya sekedar portal informasi berita online biasa,Namun lebih dari itu, menjadi media mainstream online pertama di Indonesia,menekankan akurasi berita yang tepat,cepat dan berimbang , cover both side, reading tourism, user friendly, serta riset.

KONTAK

HOTLINE / WHATSAPP :

Follow VOICEINDONESIA.CO