VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penambahan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 16 wilayah di Indonesia pada Jumat (23/10/2026).
Penanganan karhutla terus dilakukan di sejumlah daerah di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa dengan mengerahkan puluhan ribu personel serta dukungan armada udara.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, 16 wilayah yang mengalami penambahan kejadian karhutla meliputi Malang, Magetan, Sragen, Jombang, Probolinggo, dan Klaten di Pulau Jawa, serta sejumlah daerah di Sulawesi, Maluku Utara, dan Sumatra.
"Di Sulawesi ada di Minahasa, Sinjai, Sidrap, Palopo, Luwo, dan Parigi Moutong, sedangkan di Maluku Utara ada di Kepulauan Tidore, sementara Sumatra ada di Bangka Tengah," katanya di Jakarta.
BNPB mencatat sebanyak 2.204 kejadian bencana terjadi di Indonesia selama periode 1 Januari hingga 23 Oktober 2026. Mayoritas kejadian tersebut didominasi oleh bencana hidrometeorologi.
Dalam penanganan karhutla di Sumatra, luas lahan yang ditangani mencapai 2.431 hektare. Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan area terdampak terluas, yakni 2.050 hektare.
BNPB mengerahkan 33.106 personel yang tergabung dalam satuan tugas darat dan udara untuk memadamkan api di wilayah Sumatra.
Dukungan udara terdiri atas 19 armada, yakni 12 armada untuk operasi pengeboman air (water bombing) dan tujuh armada untuk patroli serta operasi modifikasi cuaca.
Di Sumatra Selatan, BNPB juga melaksanakan sembilan sorti operasi modifikasi cuaca dengan menebarkan 5.800 kilogram dry ice dan 1.800 kilogram garam untuk wilayah Palembang dan sekitarnya.
Sementara itu, luas karhutla yang tengah ditangani di Kalimantan mencapai 18.973 hektare. Rinciannya, Kalimantan Tengah seluas 16.097 hektare, Kalimantan Selatan 1.506 hektare, dan Kalimantan Barat 1.370 hektare.
Untuk penanganan di wilayah Kalimantan, sebanyak 38.772 personel disiagakan guna mendukung upaya pemadaman dan pengendalian karhutla.
Berton mengatakan BNPB juga menambah satu helikopter water bombing dari Kalimantan dan Sumatra untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur. (af)























