VOICE Indonesia
HOT
News

Dua Embung di Jakarta Timur Bakal Perkuat Pengendalian Banjir

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi3 menit baca

Ringkasan Berita

AI
VOICE Indonesia di Google
Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Embung Bambu Hitam dan Embung Batu Bangkong di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10).

Kedua embung tersebut dibangun untuk mendukung konservasi sumber daya air, menampung air dari saluran lingkungan, serta memperkuat upaya pengendalian banjir di kawasan sekitar.

Pramono mengatakan pembangunan embung merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat infrastruktur pengendali banjir sekaligus menyediakan ruang interaksi publik bagi masyarakat.

"Ini dibangun sebagai sarana pengendali sumber daya air yang ada di tempat ini, sekaligus menjadi sumber air baku dan juga ruang interaksi publik," ujar Pramono.

Pembangunan kedua embung dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) sejak 2025 dengan menerapkan pendekatan biru-hijau dan solusi berbasis alam atau nature-based solution.

Selain berfungsi sebagai kawasan konservasi dan penampungan air, embung tersebut dilengkapi fasilitas publik, seperti balai warga, jalur jogging (jogging track), taman, dan area bermain anak (playground).

Pramono meminta pengelola dan masyarakat setempat menjaga serta merawat fasilitas tersebut. Ia menjelaskan, fungsi embung akan berbeda sesuai kondisi musim. Saat musim kemarau, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik, sedangkan ketika banjir, area embung akan terisi air.

"Kalau musim hujan tempat ini pasti banjir, pasti banjir. Sehingga tempat ini berfungsi dua hal. Di musim kering seperti sekarang menjadi tempat taman, balai warga, jogging track, dan sebagainya. Kalau musim banjir, tempat ini pasti banjir," jelasnya.

Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta mengutamakan langkah pencegahan dalam menangani banjir. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan embung dan waduk serta normalisasi kali, terutama saat musim kemarau.

"Pemerintah DKI Jakarta dalam hal berkaitan dengan penanganan banjir tidak hanya serta-merta kalau hujan baru dilakukan kegiatannya ataupun penanganannya. Kita lebih pada pencegahan," katanya.

Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menjelaskan, kedua embung dirancang sebagai area konservasi sekaligus bagian dari upaya mengatasi persoalan banjir di kawasan sekitar.

"Jadi dia tidak berbentuk reduksi, dia berbentuk konservasi. Pada saat banjir dia full, ini (embung) semua banjir," kata Ika.

Ia menerangkan, embung berfungsi menampung aliran air dari saluran lingkungan dan jaringan drainase lokal. Karena itu, saat banjir, area embung akan terisi air dan tidak dapat digunakan untuk aktivitas publik seperti pada musim kemarau.

"Jadi, mohon perkenan Bapak Ibu di lingkungan RW sini, kalau banjir sudah pasti ini full tertutup (air)," kata dia.

Selain fasilitas publik, kedua embung juga dilengkapi instalasi pengolahan air limbah dengan kapasitas 250 meter kubik per hari.

Embung Batu Bangkong memiliki luas 1,3 hektare dengan kapasitas tampungan sekitar 20.300 meter kubik. Sementara itu, Embung Bambu Hitam memiliki luas 2,1 hektare dengan daya tampung sekitar 16.250 meter kubik. (af)

Pilihan Redaksi

Mendagri Minta Sistem IT Digitalisasi Perlinsos DiperkuatNasional

Mendagri Minta Sistem IT Digitalisasi Perlinsos Diperkuat

M. Rizki· 18 October 2026
#Pramono Anung#Embung#Pengendali Banjir#SDA
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.