VOICE Indonesia
HOT
News

BNPB Dorong Pemeriksaan Kesehatan Berkala bagi Petugas Karhutla

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca

Ringkasan Berita

AI
VOICE Indonesia di Google
Kepala BNPB Kristomei Sianturi
Kepala BNPB Kristomei Sianturi(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi petugas yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama mereka yang berada di garis depan dan terpapar asap selama proses pemadaman.

Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengatakan pemeriksaan medis menyeluruh, termasuk rontgen paru-paru, perlu dipertimbangkan untuk melindungi kesehatan petugas yang bekerja di tengah paparan asap karhutla.

"Kalau perlu, rontgen paru-parunya itu. Kasihan juga dia," kata Kristomei di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Selain perlindungan kesehatan, Kristomei mendorong pembentukan posko operasi kolaboratif berdasarkan klaster wilayah titik panas (hotspot).

Setiap posko harus memiliki penanggung jawab wilayah yang jelas, peta pembagian tugas, serta data jumlah personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dikerahkan.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan personel di lapangan.

Jumlah petugas yang tercatat harus sesuai dengan kondisi sebenarnya agar dukungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasi.

"BNPB tetap mendukung, tapi juga kita akuntabilitas di lapangan. Kalau memang 100, dukung 100. Orang itu harus 100. Jangan dukung 100, orangnya 10. Nah, gitu ya. Jadi ada harus akuntabilitas di sini ya, bahwa yang kita kuatkan dengan estimasi syarat kinerjanya, sehingga kalau kurang, tambah lagi," kata Kristomei.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan dan BNPB hingga awal Oktober menunjukkan adanya dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla.

Dalam data yang disampaikan, tercatat 324 orang mengalami luka berat, 23 orang luka ringan, serta empat orang meninggal dunia. Data tersebut juga dikaitkan dengan keluhan pernapasan berat atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Sejumlah korban meninggal yang disebutkan antara lain Hardiansyah (41), pengemudi ojek daring di Palembang, Sumatera Selatan; Lisna, seorang guru sekolah dasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan; serta Fikri alias Kelik (51), warga Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, yang meninggal saat berupaya memadamkan api karhutla.

Korban jiwa juga dilaporkan dalam kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis (16/10).

Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Mereka adalah Sefril dan Wisnu, relawan yang merupakan karyawan hotel setempat, serta Sukaris, petugas TNBTS. Sementara itu, Hendra Roni, yang juga petugas TNBTS, meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD Tongas.

Adapun dua korban yang mengalami luka bakar serius, yakni Munawi, petugas TNBTS, dan Suraji, relawan dari karyawan hotel setempat, dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan penanganan medis. (af)

Pilihan Redaksi

Mendagri Minta Sistem IT Digitalisasi Perlinsos DiperkuatNasional

Mendagri Minta Sistem IT Digitalisasi Perlinsos Diperkuat

M. Rizki· 18 October 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.