VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Kontingen Indonesia sementara menempati peringkat kedelapan klasemen Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Hingga berita ini diturunkan, Indonesia mengoleksi 64 medali, terdiri atas 12 emas, 16 perak, dan 36 perunggu.
Manajer Parabadminton Indonesia, Kunto, menyebut persaingan di cabang olahraga tersebut berlangsung ketat. Sejumlah negara memiliki atlet-atlet kuat yang menjadi pesaing Indonesia dalam perebutan medali.
“Untuk pesaing atlet kita dari parabadminton, ada beberapa dari Malaysia. Kemudian dari India banyak, dan dari Cina terutama juga banyak,” ujar Kunto, Jumat, 23 Oktober 2026
Selain ketiga negara tersebut, Jepang dan Korea Selatan juga menjadi pesaing yang perlu diwaspadai. Persaingan dari negara-negara tersebut menjadi tantangan bagi atlet parabadminton Indonesia untuk meraih hasil maksimal.
Sementara itu, Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Jawa Timur, Imam Kuncoro, berharap atlet asal Jawa Timur dapat berkontribusi bagi prestasi Indonesia. Ia menegaskan, keikutsertaan atlet tidak sekadar menjadi bagian dari kontingen, tetapi juga diharapkan menghasilkan medali.
“Mudah-mudahan atlet Jawa Timur untuk Indonesia, Jatim untuk prestasi dunia. Jadi atlet-atlet Jatim yang terkirim di Asian Para Games tidak hanya ikut-ikut saja, tetapi bisa menyumbang medali untuk Indonesia,” kata Imam.
Menurut Imam, partisipasi atlet Jawa Timur di ajang olahraga multicabang tingkat Asia tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan daya saing. Kontribusi medali dari atlet daerah diharapkan dapat membantu meningkatkan capaian kontingen Indonesia.
Dengan perolehan sementara 10 medali emas, 11 perak, dan 31 perunggu, Indonesia masih berupaya menambah koleksi medali. Persaingan antar kontingen dan kontribusi atlet dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam perjuangan Indonesia di Asian Para Games 2026.(joe)























