VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pelatihan bahasa asing gratis disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri, kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.
Pramono menyebut bahasa menjadi persoalan utama calon pekerja migran. Ia telah meminta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI menyosialisasikan pelatihan itu, mengingat Jakarta bekerja sama dengan sejumlah negara dan kota untuk menyalurkan tenaga kerja, seperti Singapura, Jepang, Timur Tengah, Taiwan, dan Hong Kong.
“Problem utamanya adalah bahasa. Maka untuk itu, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jakarta, Pemerintah Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa kepada saudara-saudara yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri. Yang bahasanya belum bagus, bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, ada yang namanya Mobile Training Center untuk pelatihan bahasa,” ungkap Pramono saat membuka Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di UKM Gallery, Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).
Pramono menyatakan Jakarta terbuka bagi semua pencari kerja, termasuk dari daerah lain. Menurutnya, pemerintah tidak membatasi apakah pencari kerja berKTP Jakarta atau tidak.
“Jakarta selalu membuka diri bagi siapapun untuk mencari kerja. Kami tidak pernah melihat, membatasi, apakah itu KTP Jakarta atau bukan KTP Jakarta,” ujarnya.
Pramono juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka di Jakarta turun dari 5,79 persen menjadi 3,5 persen. Ia berpesan agar para pencari kerja ikut merawat Jakarta, yang menurutnya kini menjadi simbol kota global dengan posisi 140 dari 1.000 kota terbaik dunia dan peringkat 15 kota dengan transportasi terbaik.
“Kalau melihat fasilitas publik yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini menjadi semakin baik, semakin rapi, tetapi tidak ada artinya kalau tidak dirawat bersama-sama,” ungkapnya.























