VOICEINDONESIA.CO, Cilegon – Seluruh penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang mengalami kebakaran di sekitar Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim gabungan pada Selasa (20/10/2026).
Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa, sementara petugas masih berupaya memadamkan titik api yang tersisa di badan kapal.
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi dari kapal yang terbakar tersebut.
"Untuk update perkembangan kecelakaan kapal KM Batumandi ini, informasi yang kami terima untuk seluruh penumpang sudah berhasil dievakuasi," kata Rizky di Cilegon.
Ia menjelaskan, evakuasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah armada, mulai dari kapal patroli, kapal nelayan, perahu karet, hingga rigid inflatable boat (RIB) milik Basarnas Banten. Para penumpang kemudian diarahkan dan dikumpulkan di Dermaga 6 Eksekutif Pelabuhan Merak.
Meski seluruh penumpang telah dievakuasi, jumlah pasti orang di atas kapal masih dalam pendataan.
Basarnas berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), untuk mencocokkan data penumpang dengan manifest kapal.
"Untuk dengan manifest, kami masih terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait, baik dari pihak ASDP maupun KSOP," tambah Rizky.
Rizky mengatakan fokus tim SAR gabungan saat ini beralih pada pemadaman api yang masih menyala di beberapa bagian kapal.
"Kondisi saat ini masih ada titik-titik api yang menyala. Sehingga itu yang menjadi fokus tim gabungan untuk sesegera mungkin melakukan pemadaman," jelasnya.
Kebakaran terjadi saat KMP Batumandi berada di sekitar Pulau Merak Besar dan sedang dalam proses olah gerak untuk bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di bagian buritan kapal, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.
ASDP menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan, Basarnas, dan instansi terkait untuk mendukung penanganan insiden serta memastikan proses evakuasi berlangsung dengan mengutamakan keselamatan.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui. ASDP menyatakan akan mendukung pemeriksaan oleh pihak berwenang dan menyampaikan perkembangan informasi berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.
“Keselamatan penumpang dan awak kapal senantiasa menjadi prioritas utama dalam setiap layanan penyeberangan,” kata Windy. (af)























