Politik

DPR Cecar Pemerintah Soal Anggaran Pembangunan SPPG Senilai Rp1,97 Triliun

Abdulloh Hilmi - VOICEIndonesia.co18 November 2025 pukul 21.32 WIB
DPR Cecar Pemerintah Soal Anggaran Pembangunan SPPG Senilai Rp1,97 Triliun
Iklan
Temukan lebih banyak
Panduan Kota & Daerah
Referensi Geografis
Peta
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi menyoroti rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh pemerintah yang dialokasikan sebesar Rp1,97 triliun pada tahun 2026. Sorotan tersebut disampaikan Mori dalam rapat kerja dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang berlangsung di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (17/11/2025). Dalam pemaparannya, Mori mengungkapkan bahwa anggaran hampir Rp2 triliun itu diperuntukkan bagi pembangunan 222 lokasi SPPG di berbagai daerah. Ia mencatat, jika dibagi rata, maka satu unit SPPG menelan biaya sekitar Rp8,5 miliar, angka yang dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan biaya pembangunan dapur umum yang selama ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. “Kalau saya hitung, satu tempatnya sekitar Rp8,5 miliar. Padahal di lapangan, rata-rata orang bangun hanya Rp2 miliar. Ini Rp8,5, Pak. Mekanisme dan polanya seperti apa?” ujar Mori. Politisi Partai Nasdem tersebut juga mempertanyakan urgensi pembangunan dapur skala besar tersebut, mengingat selama ini dapur komunitas atau dapur mandiri sudah dapat berjalan dengan partisipasi masyarakat. “Bukankah kalau dapur-dapur itu dibikin secara mandiri oleh orang-orang yang memang mau berpartisipasi? Kalau ini nanti jadi, dapurnya buat siapa?” tambahnya. Selain besaran anggaran, Mori turut meminta penjelasan mengenai lokasi pembangunan 222 SPPG tersebut, terlebih karena sebagian disebut akan dibangun di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terpencil). Menurutnya, wilayah-wilayah 3T justru memiliki jumlah penerima layanan yang lebih sedikit, sehingga perlu kajian lebih matang. “Di 3T lebih parah lagi. Ngelayannya cuma 120 orang. Kan daerah terpencil. Saya mohon penjelasan khusus terkait ini, karena ini barang baru,” ucapnya. Mori menegaskan bahwa transparansi mengenai mekanisme, pola pembangunan, serta detail kebutuhan setiap lokasi menjadi penting mengingat besarnya nilai anggaran yang disiapkan negara. “Ini perlu diperjelas karena anggaran yang dialokasikan ini tidak sedikit,” tutupnya.

Pilihan Redaksi

 Prabowo Kembali "Remehkan" Pelamahan Kurs Rupiah Terhadap DollarNasional

Prabowo Kembali "Remehkan" Pelamahan Kurs Rupiah Terhadap Dollar

Afifah·20 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Politik

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.idIJINCepat.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

#EventBerkelas

Didukung oleh

Naremax Integrated Event Partner

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->