Ekonomi

Prabowo Sebut Belanda Jadi Negara Terkaya Setelah Ratusan Tahun Kuasai Indonesia

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co21 Mei 2026 pukul 09.32 WIB
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal Belanda menjadi negara dengan PDB per kapita tertinggi di dunia selama ratusan tahun kembali menyoroti sejarah kolonialisme dan penguasaan kekayaan Nusantara.
Suasana kanal dan kawasan bersejarah di Amsterdam, Belanda, yang menjadi simbol kemakmuran ekonomi negara tersebut sejak era kolonial dan perdagangan global.(Foto: Voiceindonesia.co)
Iklan

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pernyataan keras ini disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu (20/5/2026). Presiden mengajak seluruh pemimpin bangsa untuk belajar dari sejarah penjajahan Indonesia.

"Negara Netherlands Belanda dari sejak tahun 1500, dilanjutkan 1600, dilanjutkan 1700, dilanjutkan 1800 memiliki PDB per kapita tertinggi di dunia selama itu," katanya.

Iklan
Temukan lebih banyak
Peta
Panduan Kota & Daerah
Referensi Geografis

Prabowo menjelaskan Belanda yang secara geografis merupakan negara kecil bisa memiliki PDB tertinggi di dunia karena menguasai Nusantara. Dari utara ke selatan Belanda mungkin tidak sampai 8 jam naik kendaraan, dari laut ke perbatasan mereka mungkin tidak sampai 4 jam dengan kendaraan.

"Bisa memiliki PDB tertinggi di dunia. Kenapa? Karena mereka menguasai Nusantara kita. Mereka menguasai wilayah yang sekarang adalah Republik Indonesia," tegasnya.

Presiden mengajak bangsa Indonesia untuk tidak terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kaya dari merampas kekayaan bangsa lain. Indonesia tidak boleh rendah diri dan selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan padahal mereka sendiri tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan.

"Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain," ujarnya.

Prabowo menegaskan tidak mengajak bangsa Indonesia untuk membenci siapapun atau membenci bangsa lain. Indonesia harus tetap belajar, namun juga harus belajar dari sejarah agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

"Saya tidak mengajak kita untuk membenci siapapun, saya tidak mengajak kita membenci bangsa-bangsa lain, tidak. Bahkan saya mengajak kita belajar, tapi juga kita harus belajar dari sejarah," katanya.

Presiden mengingatkan ada adagium bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah dan akan mengulangi sejarah kelam yang sama yang dialami oleh nenek moyang mereka. Adagium ini terjadi di banyak negara di dunia.

Iklan
Temukan lebih banyak
Referensi Geografis
Panduan Kota & Daerah
Peta

Para pendiri bangsa Indonesia sadar bahwa apabila pemimpin-pemimpin di Nusantara lemah dan tidak bersatu, maka kekayaan Nusantara akan terus diambil oleh kekuatan-kekuatan di luar Nusantara. Ini adalah fakta sejarah yang terjadi dan harus dipelajari.

"Para pendiri bangsa kita sadar bahwa apabila pemimpin-pemimpin di Nusantara kita lemah, apabila pemimpin-pemimpin di Nusantara tidak bersatu, maka kekayaan Nusantara akan terus diambil oleh kekuatan-kekuatan di luar Nusantara," ujarnya.

Karena kesadaran sejarah tersebut, para pendiri bangsa dipimpin Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir dan tokoh-tokoh yang menyusun Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 telah menetapkan cetak biru perekonomian bangsa. Cetak biru itu dituangkan dalam Pasal 33 UUD 1945.

Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa apabila Indonesia menjalankan Pasal 33 UUD 1945 dengan baik, murni dan konsekuen, negara akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia menjadi negara yang makmur dan adil.

"Saya ingin tegaskan hari ini, keyakinan saya bahwa apabila kita menjalankan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, kita jalankan dengan baik, kita jalankan dengan murni dan konsekuen, negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh akan menjadi negara yang makmur, yang adil," tegasnya.

Pilihan Redaksi

 Prabowo Kembali "Remehkan" Pelamahan Kurs Rupiah Terhadap DollarNasional

Prabowo Kembali "Remehkan" Pelamahan Kurs Rupiah Terhadap Dollar

Afifah·20 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow
#Tags:#Ekonomi

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Ekonomi

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.idIJINCepat.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

#EventBerkelas

Didukung oleh

Naremax Integrated Event Partner

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->