VOICEINDONESIA.CO, Tokyo – Empat hari usai gempa mengguncang Prefektur Kumamoto, sistem logistik di wilayah terdampak ternyata belum sepenuhnya stabil, membuat pembelian kebutuhan pokok bagi warga masih dibatasi. Kondisi ini mendorong KBRI Tokyo mengerahkan Tim Tanggap Darurat untuk turun langsung menyalurkan bantuan kepada WNI di sejumlah lokasi penampungan.
Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir menyebut timnya terus memantau kondisi WNI di lapangan sembari menyalurkan bantuan bagi mereka yang membutuhkan sejak gempa terjadi pada 28 Juli 2026.
"Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo terus memantau kondisi WNI di Kumamoto dan menyalurkan bantuan langsung kepada WNI yang membutuhkan," kata Nurmala pada Sabtu (1/8/2026).
Tim yang dipimpin Sekretaris Pertama Fungsi Protokol Konsuler KBRI Tokyo, Hernawan Bagaskoro Abid, telah menjangkau kelompok masyarakat Indonesia di Kota Uki dan Kota Uto, dua wilayah yang terdampak cukup parah akibat gempa tersebut.
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti air minum, mie instan, beras, dan obat-obatan, hasil kerja sama KBRI dengan PPI Kumamoto dan Fumaku, mengingat sejumlah fasilitas publik di wilayah tersebut masih belum berfungsi normal meski aktivitas masyarakat berangsur pulih.
KBRI juga mengimbau WNI di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mematuhi arahan resmi dari otoritas setempat selama masa pemulihan berlangsung.
Nurmala menyampaikan keprihatinan atas bencana ini sekaligus mengapresiasi solidaritas komunitas WNI yang saling bahu-membahu membantu sesama di tengah situasi darurat. Ia menyebut KBRI Tokyo dan KJRI Osaka terus berkoordinasi dengan otoritas Jepang untuk mengawal perkembangan situasi di lapangan.
Bagi WNI yang terdampak atau mengetahui adanya kebutuhan bantuan kedaruratan, KBRI membuka jalur komunikasi lewat hotline +81-80-3506-8612 dan +81-80-4940-7419, serta hotline KJRI Osaka di +81-80-3113-1003.


















