VOICE Indonesia
Daerah

Pemprov DKI Waspadai Generasi Muda Kehilangan Iman: Kepandaian Tanpa Keyakinan Tidak Ada Artinya

Sintia N.A - VOICEIndonesia.co
Pemprov DKI Waspadai Generasi Muda Kehilangan Iman: Kepandaian Tanpa Keyakinan Tidak Ada Artinya
Pemprov DKI Waspadai Generasi Muda Kehilangan Iman: Kepandaian Tanpa Keyakinan Tidak Ada Artinya
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan peringatan keras kepada generasi muda Jakarta agar tidak mengabaikan aspek spiritual di tengah gencar mengejar prestasi akademis. Peringatan ini menyoroti kekhawatiran adanya fenomena generasi yang cerdas secara intelektual namun kehilangan nilai-nilai ketuhanan. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim, yang akrab disapa Chico, menegaskan bahwa kepandaian dan kecerdasan tidak akan bermakna tanpa iman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Penegasan ini disampaikannya saat menghadiri Perayaan Natal Pelajar Jakarta Utara di Auditorium GJU pada Selasa (09/12/2025). Baca Juga: Tiga Pesan Penting untuk Pelajar Jakarta Utara: Jauhi Perundungan, Tingkatkan Daya Saing, Amalkan Pancasila "Apa yang kita capai di sekolah, kepandaian, kecerdasan dan lain-lain tidak ada artinya kalau kita tidak punya iman, kalau kita tidak punya keyakinan pada Tuhan yang Maha Kuasa, Tuhan yang memberi kehidupan, Tuhan yang melancarkan segala urusan kita," tegas Chico. Pentingnya Keseimbangan Spiritual dan Intelektual Chico mengingatkan para pelajar untuk senantiasa mengingat pelajaran spiritual, dan tidak hanya berfokus pada mata pelajaran akademis di sekolah. Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual dinilai sangat krusial bagi pembentukan karakter dan masa depan generasi muda. Baca Juga: Pemprov DKI Jadikan Jakarta Kota Global, Toleransi Jadi Kunci Utama "Semoga adik-adik selalu ingat terhadap apa-apa yang dipelajari bukan hanya pelajaran-pelajaran sekolah tapi juga hal-hal yang terkait dengan dunia spiritual atau ketuhanan," ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya perayaan keagamaan sebagai sarana pengingat nilai-nilai spiritual. Menurutnya, acara seperti perayaan Natal pelajar harus terus diselenggarakan untuk menguatkan keyakinan generasi muda di tengah tantangan zaman. "Ini saya harap acara-acara seperti ini terus bisa berjalan sehingga keeratan hubungan dan harmoni diantara kita khususnya di Jakarta Utara bisa terus berlanjut," jelasnya. Toleransi dan Keberagaman di Jakarta Meskipun beragama Islam, Chico mengaku bersyukur memiliki pengalaman bersekolah di institusi Katolik. Pengalaman ini membentuk pemahamannya tentang pentingnya toleransi dan penghayatan nilai-nilai keagamaan. "Saya Alhamdulillah bersyukur walaupun saya beragama Islam, saya SD-nya itu SD Katolik, SMP-nya juga sekolah Katolik. Jadi bukan hal yang baru bagi saya untuk bisa melihat perayaan-perayaan seperti ini dan mengikuti perayaan-perayaan seperti ini," paparnya. Chico menilai bahwa cultural experience atau pengalaman berbudaya melalui perayaan keagamaan sangat penting dalam membentuk karakter yang toleran. Hal ini menjadi kunci di tengah keberagaman Jakarta yang dihuni oleh berbagai suku, agama, ras, dan golongan. "Cultural experience termasuk dengan perayaan-perayaan seperti ini harus terus dilakukan demi mengingatkan kita bahwa kita ini hidup tidak sendirian di Jakarta Utara. Khususnya ada umat Kristiani, ada umat Islam, ada umat Hindu, Buddha dan kepercayaan yang lain," katanya. Mengakhiri sambutannya, Chico menyampaikan salam hangat dari Gubernur Pramono Anung. Gubernur berharap perayaan Natal dapat dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat iman, persatuan, dan kebersamaan. "Bapak Pramono Anung menyampaikan salam yang terhangat dari beliau. Semoga perayaan Natal ini bisa kita maknai dengan hal-hal yang positif terkait dengan menjaga persatuan, kesatuan dan kebersamaan khususnya di kota Jakarta Utara yang tercinta ini," pungkasnya. Chico berharap peringatan ini menjadi refleksi bagi generasi muda Jakarta agar tidak melupakan aspek spiritual dalam mengejar prestasi duniawi. Keseimbangan antara kecerdasan dan iman dinilai sebagai kunci menuju kesuksesan sejati.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#nilai-nilai ketuhanan#Pemprov#spiritualitas generasi muda
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.