
Walikota Surabaya Sidak ke RSUD dr. Soewandhie, Begini Hasilnya

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menyempurnakan pelayanan di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie. Perbaikan difokuskan pada sistem antrean, layanan farmasi, hingga kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, evaluasi pertama menyasar sistem pendaftaran online. Pemkot akan memberikan penanda khusus bagi pasien yang telah mendaftar secara daring agar tidak terjadi penumpukan di ruang tunggu.
Eri menjelaskan, pasien baru diperbolehkan masuk ke area rumah sakit maksimal 30 menit sebelum jadwal pelayanan yang tertera pada sistem pendaftaran. Misalnya, pasien dengan jadwal pukul 09.00–09.20 WIB dapat masuk mulai pukul 08.30 WIB.
"Kalau datang terlalu pagi, silakan menunggu di ruang tunggu luar agar di dalam rumah sakit tidak penuh," ujarnya, Rabu (15/7/2026)
Pemkot juga mengatur pelayanan bagi pasien yang belum mendaftar secara online. Eri meminta pasien tanpa pendaftaran daring datang mulai pukul 11.00 WIB agar tidak mengganggu antrean pasien yang telah memiliki jadwal.
Bagi pasien yang datang lebih awal tanpa nomor antrean, rumah sakit akan menyediakan ruang tunggu khusus lengkap dengan petunjuk informasi agar masyarakat memahami alur pelayanan.
Selain sistem antrean, Eri mengevaluasi layanan farmasi. Ia meminta penambahan petugas agar proses penyerahan obat lebih cepat. Untuk obat nonracikan, pelayanan ditargetkan maksimal 15 menit, sedangkan obat racikan maksimal 30 menit.
"Lebih dari 15 menit obat nonracikan, rumah sakit wajib membayar kompensasi Rp50 ribu. Untuk obat racikan maksimal 30 menit," tegasnya.
Eri juga menyoroti keterbatasan kapasitas tempat tidur di IGD. Jika seluruh tempat tidur telah terisi, pasien akan dirujuk ke rumah sakit lain yang masih memiliki kapasitas agar tidak menunggu di lorong rumah sakit.
Untuk meningkatkan transparansi, RSUD Soewandhie akan memasang monitor informasi ketersediaan kamar sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi ruang perawatan secara langsung.
Di akhir sidak, Eri meminta manajemen RSUD Soewandhie segera berbenah dan memastikan pelayanan kepada seluruh pasien, termasuk peserta BPJS, semakin cepat dan berkualitas.
"Kepada RSUD Dr. Soewandhie, saya minta tolong jangan sampai saya sidak lagi. Kami ingin warga Surabaya, walaupun memakai BPJS, tetap mendapatkan pelayanan yang baik," tegasnya.
Eri juga mengapresiasi warga yang aktif menyampaikan laporan melalui hotline. Menurutnya, pengawasan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Surabaya.(fsm)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



