VOICE Indonesia
HOT
Daerah

Sidak di Lima Pasar, Pemkot Surabaya Temukan Minyakita di atas HET

Joko Hermanto - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca

Ringkasan Berita

AI
VOICE Indonesia di Google
1695908
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan inspeksi mendadak bahan kebutuhan pokok penting di sejumlah stand pasar di Kota Surabaya(Foto: Dok Kominfo Surabaya)

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan kebutuhan pokok penting (Bapokting) di sejumlah stand pasar di Kota Surabaya. Sidak tersebut untuk menindaklanjuti adanya temuan komoditas minyak goreng bersubsidi dan daging yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dalam sidak tersebut, Pemkot Surabaya turut menggandeng jajaran Polrestabes Kota Surabaya dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Surabaya. Kali ini, sidak dilakukan di lima pasar tradisional, diantaranya Pasar Soponyono, Wonokromo, Pucang, Genteng, dan Tambahrejo.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma mengatakan, di sejumlah pasar tersebut ditemukan harga bapokting yang dijual di atas HET. Dalam sidak tersebut ditemukan beberapa pedagang yang menjual Minyakita di harga Rp16.000 per liter.

“Pedagang yang menjual Minyakita tidak bersumber dari Bulog sehingga harga kulakan sudah di atas HET. Tetapi hal ini sudah kami tindak dengan memberikan pengarahan agar kembali menjual Minyakita sesuai dengan HET, mengingat ini adalah barang bersubsidi untuk masyarakat,” kata Vykka, Kamis, 15 Oktober 2026.

Selain itu, Vykka juga mengimbau kepada para pedagang agar tetap kulakan di distributor resmi seperti Bulog. Dengan demikian, maka pedagang dapat menjual sesuai dengan ketentuan HET ke depannya.

Pada kesempatan ini, Vykka turut mengingatkan masyarakat, jika menemukan harga Minyakita dijual di atas Rp15.700 per liter bisa segera melaporkannya melalui Sayang Warga atau berkirim pesan di nomor 0811-3388-84. “Kami juga mengimbau, bahwa masyarakat dapat membeli komoditas tersebut di Kios Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID),” imbaunya.

Vykka menerangkan, dalam sidak kali ini juga ditemukan harga daging di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Hal itu disebabkan oleh sulitnya pasokan daging sapi di Kota Surabaya. “Per Oktober memang terjadi kenaikan harga terutama daging sapi dan cabai. Hal ini disebabkan karena sulitnya pasokan daging sapi dan cuaca yang tidak menentu,” katanya.

Dirinya menambahkan, sidak ini merupakan bagian dari upaya Pemkot melakukan pengawasan dan menjaga stabilitas harga bapokting di Surabaya. “Selain itu, langkah pemkot dalam mengendalikan harga juga mendirikan Kios TPID di sejumlah pasar tradisional,” ujarnya.(joe)

Pilihan Redaksi

Kini Pelatihan Calon Pekerja Migran di Balai Diklat Industri Diperluas ke Semua SektorPekerja Migran Indonesia

Kini Pelatihan Calon Pekerja Migran di Balai Diklat Industri Diperluas ke Semua Sektor

S Nurafifa· 15 October 2026
#Sidak bapokting#Pemkot Surabaya#pasar tradisional#harga daging#harga minyakita#HET#pasar tradisional
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.