Prabowo Targetkan Bangun 5 Ribu Desa Nelayan dalam 3 Tahun Ke Depan
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menargetkan membangun 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun ke depan dengan 1.386 desa nelayan akan diresmikan tahun ini.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu (20/5/2026). Menurutnya, kondisi nelayan Indonesia yang masih kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar seperti es batu dan solar.
"Sekarang nelayan-nelayan kita sulit mendapat es batu. Es batu saja mereka sulit untuk mendapatkan. Apalagi solar yang mereka butuh," katanya.
Pemerintah akan melakukan intervensi besar-besaran untuk memberdayakan nelayan Indonesia. Setiap desa nelayan akan dijamin memiliki instalasi pembuat es batu, ruang cold storage atau pendingin, serta SPBU khusus untuk nelayan.
"Pemerintah akan intervensi, akan melakukan upaya besar. Kita akan bangun dalam tiga tahun yang akan datang lima ribu desa nelayan. Tahun ini kita akan resmikan 1.386 desa nelayan," ujarnya.
Prabowo menegaskan setiap nelayan harus bisa mendapatkan es batu untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan mereka. Pemerintah akan membangun instalasi pembuat es batu di setiap desa nelayan agar nelayan tidak lagi kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar ini.
"Kita akan menjamin tiap nelayan bisa punya es batu. Kita akan membikin instalasi pembuat es batu di tiap desa nelayan," katanya.
Selain instalasi es batu, pemerintah juga akan membangun ruang cold storage atau pendingin di setiap desa nelayan. Fasilitas ini penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sebelum didistribusikan ke pasar.
"Kita akan membikin ruang cold storage pendingin di setiap desa nelayan. Dan kita akan bikin SPBU khusus untuk nelayan di setiap desa nelayan," tegasnya.
Presiden menekankan pemberdayaan nelayan menjadi prioritas karena mereka yang di ujungnya akan menguasai lautan Indonesia. Nelayan-nelayan Indonesia mempertaruhkan nyawa untuk menghasilkan protein bagi rakyat dan harus mendapatkan perlengkapan yang baik dan aman.
"Para nelayan kita harus kita berdayakan karena mereka di ujungnya akan menguasai lautan kita," ujarnya.
Prabowo menginginkan nelayan Indonesia bisa pergi ke laut dengan perlengkapan yang baik dan aman serta mendapatkan hasil tangkapan yang bernilai tinggi. Kondisi ini berbeda dengan kondisi saat ini di mana nelayan masih kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar.
Presiden juga menyoroti posisi geografis Indonesia yang sangat strategis dengan puluhan persen perdagangan dunia melalui perairan Indonesia. Namun setiap malam puluhan ribu kapal berbendera asing mengambil kekayaan laut Indonesia secara ilegal dan tidak sah.
"Posisi biografis kita sangat strategis, puluhan persen perdagangan dunia melalui perairan kita. Bumi dan air kita sangat luas, tiap malam puluhan ribu kapal berbendera asing mengambil kekayaan kita. Secara ilegal, secara tidak sah harus kita tegakkan kedaulatan kita di lautan kita sendiri," katanya.
Pembangunan desa nelayan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menegakkan kedaulatan Indonesia di lautan sendiri. Dengan memberdayakan nelayan lokal, Indonesia bisa lebih mengoptimalkan kekayaan laut yang selama ini banyak diambil secara ilegal oleh pihak asing.
Pilihan Redaksi
NasionalRI Terbitkan 1.274 Golden Visa dengan Nilai Investasi Tembus Rp52,1 Triliun
Direktorat Jenderal Imigrasi menerbitkan 1.274 Golden Visa per 18 Mei 2026 dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp52,1 triliun, melampaui target 1.000 penerbitan sejak Juli 2024.Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Hendarsam Marantoko menyatakan capaian ini menunju
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.




























