Ekonomi

DPR Dorong Pemerintah Percepat Swasembada Pangan di Tengah Kenaikan Kurs

Afifah - VOICEIndonesia.co04 Juni 2026 pukul 22.37 WIB
Ilustrasi visual pergerakan harga emas global yang mengalami koreksi akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, Kamis (14/5/2026).
Ilustrasi visual pergerakan harga emas global yang mengalami koreksi akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, Kamis (14/5/2026).
Iklan

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak lonjakan kurs dolar Amerika Serikat terhadap sektor pangan nasional.

Menurutnya, lenaikan nilai tukar tersebut harus disikapi secara cermat karena berpotensi melambungkan biaya impor bahan baku strategis serta mengacaukan stabilitas harga pangan di dalam negeri.

Iklan

“Yang perlu kita lihat bukan hanya angka kurs rupiah terhadap dolar AS, tetapi juga bagaimana posisi Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga. Jika pelemahan mata uang terjadi hampir merata di kawasan, maka tekanan tersebut lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal,” ujar Rina Sa’adah di Jakarta dikutip laman DPR, Kamis (4/6/2026).

Politisi Fraksi PKB ini menjelaskan bahwa posisi rupiah harus dianalisis secara objektif dengan membandingkan pergerakan mata uang negara tetangga di ASEAN seperti Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Jika pelemahan rupiah ternyata jauh lebih dalam ketimbang negara mitra, pemerintah wajib mengevaluasi total faktor domestik seperti arus modal keluar (capital outflow) dan penurunan sentimen pasar.

Kendati demikian, Rina menegaskan pemerintah tidak boleh lengah karena sektor pertanian dan perikanan nasional saat ini masih bergantung pada impor kedelai, gandum, garam industri, hingga bahan baku pakan ternak.

Kenaikan biaya impor komponen-komponen tersebut dipastikan bakal langsung mencekik para pelaku usaha di tingkat bawah.

Efek domino dari mahalnya bahan baku impor ini juga akan memukul nasib petani, peternak, serta nelayan akibat biaya produksi yang membengkak drastis.

Tingginya biaya operasional di hulu pada akhirnya berisiko menaikkan harga jual pangan di tingkat konsumen dan mengancam pemenuhan gizi masyarakat.

Iklan

“Yang menjadi perhatian kami bukan sekadar pergerakan kurs, melainkan dampaknya terhadap biaya produksi dan ketahanan pangan nasional. Jika biaya impor meningkat, maka tekanan terhadap harga pangan dan biaya produksi petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha perikanan juga akan semakin besar,” jelasnya merinci dampak rantai pasok.

Oleh karena itu, Komisi IV DPR RI mendorong pemerintah mempercepat langkah swasembada pangan demi memutus ketergantungan terhadap pasar luar negeri.

Langkah konkret harus segera diambil melalui penguatan industri pakan lokal, pengembangan benih unggul nasional, serta perbaikan skema penyaluran subsidi yang tepat sasaran bagi petani dan nelayan.

Rina menekankan bahwa tingginya angka impor membuat kedaulatan ekonomi bangsa menjadi rapuh dan mudah digoyang oleh dinamika global.

Sinergi ketat antara pemerintah pusat dan daerah mutlak diperlukan demi membentengi daya beli masyarakat sekaligus menjaga pasokan pangan tetap aman. (af)

Pilihan Redaksi

Kejagung Tidak Akan Sita Motor Listrik BGNNasional

Kejagung Tidak Akan Sita Motor Listrik BGN

Sintia Nur Afifah·05 June 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow
#Tags:#Ekonomi

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Ekonomi

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->