
KP2MI - ILO Susun Roadmap Keberlanjutan Hidup Pekerja Migran
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama International Labour Organization (ILO) berkomitmen menyusun peta jalan (roadmap) reintegrasi pekerja migran Indonesia setelah kembali ke Tanah Air, guna memastikan keberlanjutan perlindungan dan kepastian masa depan para pekerja migran.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dengan Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste Simrin Singh di Jakarta, Senin (5/1/2025).
“Roadmap reintegrasi ini menjadi penting untuk memastikan pekerja migran Indonesia tidak hanya terlindungi saat bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki kepastian masa depan ketika kembali ke Tanah Air,” ujar Christina.
Baca Juga: 37 WNI di Venezuela Dalam Kondisi AmanIa menjelaskan, roadmap reintegrasi akan memetakan berbagai opsi keberlanjutan bagi pekerja migran, mulai dari wirausaha, penyerapan di pasar kerja dalam negeri, hingga alternatif lain yang sesuai dengan kompetensi pekerja.
Menurut Christina, penyusunan roadmap membutuhkan perencanaan yang komprehensif, termasuk pembagian peran kementerian dan lembaga, kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta skema implementasi yang realistis agar dapat dijalankan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen P2MI juga menyoroti peran Migrant Workers Resource Center (MWRC) yang selama ini didukung ILO dan telah diintegrasikan dalam layanan pemerintah seperti Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) dan Mal Pelayanan Publik di sejumlah daerah.
Baca Juga: Baru Dideportasi dari Malaysia, WNI Meninggal di Pos Pemulangan Dumai“Model layanan ini terbukti efektif mendukung migrasi aman dan dapat menjadi bagian penting dari ekosistem roadmap reintegrasi,” kata Christina, seraya mencontohkan implementasi MWRC di Cirebon, Jawa Barat, yang telah berjalan dengan baik dan dimanfaatkan masyarakat.
Selain isu reintegrasi, pertemuan tersebut juga membahas perlindungan Anak Buah Kapal (ABK) migran, yang dinilai memiliki tantangan lebih kompleks dibanding pekerja migran sektor lainnya.
Christina menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan dengan negara-negara penempatan yang telah memiliki praktik baik, guna memperkuat tata kelola perlindungan ABK yang bekerja di kapal berbendera asing dan beroperasi di laut lepas.
“ABK migran menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. Karena itu, pembelajaran dari negara lain sangat penting agar perlindungan dapat diimplementasikan dengan lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur ILO Simrin Singh menyatakan ILO berkomitmen mendukung Indonesia dalam penyusunan roadmap reintegrasi sebagai prioritas kerja sama pada 2026.
Menurutnya, roadmap tersebut juga akan memperkuat koordinasi penanganan kasus eksploitasi pekerja migran di tingkat daerah, tidak hanya bagi pekerja migran, tetapi juga bagi keluarga dan anak-anak yang ditinggalkan.
“Dengan roadmap reintegrasi ini, respons terhadap isu pekerja migran dapat dilakukan secara lebih sistematis, berkelanjutan, dan berdampak nyata,” kata Simrin. (af/ri)
Pilihan Redaksi: PR Sistemik: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Direformasi TotalPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



