VOICE Indonesia
HOT
Ketenagakerjaan

Tergiur Iklan TikTok, Warga Muna Barat Nyaris Jadi Korban TPPO

Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca

Ringkasan Berita

AI
VOICE Indonesia di Google
Tergiur Iklan TikTok, Warga Muna Barat Nyaris Jadi Korban TPPO
Tergiur Iklan TikTok, Warga Muna Barat Nyaris Jadi Korban TPPO

VOICEINDONESIA.CO, Kendari – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menggagalkan upaya pemberangkatan nonprosedural seorang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Muna Barat.

Korban berinisial Y hampir menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan negara tujuan Taiwan setelah dokumen asal-usulnya diduga dipalsukan.

Kasus ini terungkap setelah tim BP3MI Sultra melakukan inspeksi mendadak ke perusahaan penyalur, PT Suma Berjaya, pada Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: Orang Tua Ungkap Kejanggalan Hingga Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Jogja 

Petugas menemukan kejanggalan serius pada identitas korban yang diklaim berasal dari luar daerah.

“Dokumen calon pekerja Mmigran Indonesia yang disebutkan berasal dari Subang, Jawa Barat. Padahal fakta di lapangan menunjukkan ia adalah warga asli Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara,” jelas petugas Pelindungan BP3MI Sultra, Aswan, Senin (27/4/2026).

Mengetahui adanya indikasi manipulasi data, BP3MI Sultra bertindak tegas dengan menuntut pemulangan korban guna menghindari risiko eksploitasi.

Y akhirnya tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, pada Minggu (26/4/2026) dan diserahkan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Muna Barat untuk dipulangkan ke kediamannya.

Baca Juga: Keluarga WNI yang Dibajak Perompak Somalia Minta Prabowo Selamatkan

Berdasarkan pengakuan korban, ia terjebak bujuk rayu akun TikTok bernama "Bunda Lina" yang menjanjikan kemudahan proses kerja di Taiwan.

Korban bahkan telah menandatangani kontrak kerja dengan pimpinan PT Suma Berjaya Asri menggunakan dokumen palsu tersebut sebelum akhirnya diselamatkan.

Penyelamatan ini merupakan hasil koordinasi lintas wilayah antara BP3MI Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara yang menerima informasi krusial pada Kamis malam (23/4).

Atas insiden ini, BP3MI Sultra mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di media sosial yang tidak jelas legalitasnya.

Aswan mengingatkan agar warga selalu menempuh jalur resmi pemerintah demi menjamin keamanan diri selama bekerja di luar negeri.

“Pastikan keberangkatan melalui prosedur resmi dan jalur pemerintah yang sah. Jangan korbankan keselamatan demi janji instan yang tidak jelas legalitasnya,” tegas Aswan. (af/hi)

Pilihan Redaksi: Hilangnya Paspor Siti: Modus Baru Sindikat TPPO?

Baca Berita Lainnya di Google News 

Pilihan Redaksi

Kini Pelatihan Calon Pekerja Migran di Balai Diklat Industri Diperluas ke Semua SektorPekerja Migran Indonesia

Kini Pelatihan Calon Pekerja Migran di Balai Diklat Industri Diperluas ke Semua Sektor

S Nurafifa· 15 October 2026
#BP3MI Sultra#PMI#tppo
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.