VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Hore! Pekerja Migran Dapat Bunga Rendah untuk Kredit Usaha

Afifah - VOICEIndonesia.co
Hore! Pekerja Migran Dapat Bunga Rendah untuk Kredit Usaha
Hore! Pekerja Migran Dapat Bunga Rendah untuk Kredit Usaha

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) resmi meluncurkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (11/3).

Program ini menawarkan suku bunga rendah sebesar 6 persen dengan plafon maksimal hingga Rp100 juta guna membebaskan pekerja migran dari jeratan pinjaman nonformal berbunga tinggi.

Menteri P2MI, Mukhtarudin, menjelaskan bahwa fasilitas pembiayaan ini dapat digunakan calon pekerja untuk menutup biaya pra-penempatan, mulai dari pelatihan, sertifikasi, pengurusan dokumen, hingga tiket keberangkatan.

Baca Juga: Impor Jam Tangan Mewah Diperketat 

Pemerintah menargetkan total penyaluran KUR Penempatan tahun ini mencapai Rp393,5 miliar melalui 17 lembaga penyalur perbankan nasional dan daerah.

"Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan pembiayaan dengan bunga ringan 6 persen, jauh di bawah bunga komersial yang mencapai 12 persen. Jangka waktu pengembalian diberikan hingga tiga tahun," ujar Mukhtarudin.

Peluncuran ini menandai transformasi tata kelola anggaran, di mana sejak Desember 2025, kewenangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) telah beralih dari Kementerian UMKM ke Kementerian P2MI.

Baca Juga: Dua Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Zona Perang Iran vs Amerika-Israel 

Perubahan ini memperkuat mandat kementerian dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran di setiap tahapan penempatan.

Kontribusi ekonomi dari pekerja migran terus menunjukkan tren positif. Data menunjukkan remitansi pada tahun 2025 mencapai Rp288 triliun, naik 14 persen dari tahun sebelumnya.

Dengan realisasi penempatan tahun 2025 yang mencapai 296 ribu orang, program KUR ini diharapkan semakin memicu pertumbuhan ekonomi hingga ke level perdesaan melalui pengiriman uang dari luar negeri.

Menteri Mukhtarudin menginstruksikan jajarannya serta 17 bank penyalur, seperti BRI, Mandiri, BNI, BSI, hingga BPD untuk segera melakukan sosialisasi masif hingga ke pelosok desa.

Langkah ini diambil agar informasi mengenai akses modal murah ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh para pejuang keluarga di lapangan. (af/ri)

Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan? Baca Berita Lainnya di Google News 

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#kemenP2MI#kur#PMI
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.