VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Manajemen PT Pos Indonesia (Persero) meyakini kinerja dan bisnis perusahaan akan pulih (rebound) dalam satu hingga dua tahun ke depan, kata Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal.
Iqbal menyebut kondisi perusahaan saat ini menurun. Menurutnya, upaya pulih itu membutuhkan dukungan modal awal dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
“Tadi dijelaskan oleh perusahaan, kondisi perusahaan sekarang ini memang tidak sedang baik-baik saja, menurun, tapi mereka berkeyakinan satu dua tahun ini akan rebound, akan naik lagi,” ucap Iqbal usai berdiskusi dengan beberapa direksi PT Pos Indonesia di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Iqbal menyatakan biaya operasional bulanan PT Pos disebut minus hampir Rp100 miliar. Ia berharap penyertaan modal dari Danantara dapat membuat kondisi keuangan perusahaan kembali positif.
Iqbal mengingatkan Danantara mensyaratkan model bisnis agar perusahaan dapat memperoleh modal. Ia menyebut Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria meminta setiap badan usaha milik negara (BUMN) calon penerima suntikan modal menyusun model bisnis.
“Mereka harus membuat model bisnis ke depannya, karena ada beberapa BUMN yang dianggap tidak efisien,” ungkap Iqbal.
Iqbal mengatakan ia akan bertemu Dony pada Kamis (22/10/2026). Ia akan menyampaikan kesulitan PT Pos mendapatkan tambahan penyertaan modal.























