
Bikin Geleng Kepala, Daging Ini Dipersiapkan Tiga Tahun oleh Penjualnya

VoiceIndonesia, Taiwan - Menu daging sapi panggang atau ikan panggang sudah menjadi makanan umum. Namun di Festival Pertangahan Musim Gugur di Taiwan, seorang penjual di Taichung menjual buaya panggang untuk disajikan ke pelanggannya.
Liao Te-Kai, penjual daging buaya panggang mengatakan bahwa tahun ini ia telah memanggang 80 buaya untuk para pengunjung. Ia menyebut bahwa penjualannya meningkat 50 persen.
Dalam mempersiapkan daging buaya panggang, ia membutuhkan waktu bertahun-tahun agar siap di makan.
"Dibutuhkan waktu tiga hingga empat tahun agar buaya siap dimakan, dan tahun ini penjalannya meningkat 50 persen," ujar Lio Te-Kai, dilansir dari Taiwan News, Senin, 2 Oktober 2023.
📖 Baca Juga ↗Banyaknya Modus Mafia Tanah, BPN Diminta Hati-Hati Terbitkan SertifikatHarga yang ditawarkan juga cukup mahal, mengingat perisapan daging yang membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga siap disajikan.
"Dijual sekitar US$53 atau Rp800 lebih untuk perkilogramnya," ujar Liao.
Meskipun mahal, daging buaya panggang memiliki banyak pengunjung.
Salah satu pengunjung mengatakan bahwa daging buaya panggang memiliki rasa yang lebih lezat dibandingkan dengan ayam.
Diketahui untuk satu kali masak, Liao membutuhkan waktu tiga jam dengan panjang buaya 170 CM dan berat 53Kg.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga


Tekanan Meningkat, Makin Banyak Pengguna iPhone Boleh Download Aplikasi di luar App Store
29 Desember 2025 pukul 07.33
Saat Prabowo Ingatkan Jaga Lingkungan ke Masyarakat Korban Bencana dan "Kejahatan Lingkungan"
13 Desember 2025 pukul 06.50

Summarecon Pamerkan Transformasi 50 Tahun Lewat 12 Zona Edukasi di Discovery Hall
28 November 2025 pukul 19.25
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.
