Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina, 751 Petugas Disiagakan
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Fase puncak ibadah haji 2026 berjalan mulus. Seluruh jemaah haji Indonesia berhasil bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah dan kini telah tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah, dengan 751 petugas yang disiagakan mendampingi mereka.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff mengungkapkan pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses perpindahan dari Muzdalifah menuju Mina rampung pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Area Muzdalifah telah dinyatakan steril," ujar Maria di Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Kelancaran fase Armuzna ini disebut sebagai hasil sinergi antara petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, dan kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan. Sebanyak 751 petugas kini ditempatkan di tenda-tenda jemaah dan pos layanan di sepanjang jalur menuju Jamarat, dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc yang masing-masing menangani 11 hingga 13 kawasan tenda.
Jemaah diimbau tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi. Suhu di Mina yang mencapai 41 derajat celcius menjadi alasan utama larangan itu, ditambah kepadatan jalur menuju Jamarat yang berpotensi membahayakan.
"Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas," kata Maria.
Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah risiko tinggi. Kemenhaj meminta keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah untuk aktif memberikan pendampingan kepada kelompok rentan tersebut selama fase Mina berlangsung.
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaIni Bocoran Rencana Penempatan PMI di Kuwait
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, menggelar pertemuan strategis dengan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Kuwait, Lena Maryana Mukti, di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Kementerian P2MI menangkap adanya potensi pasar k
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.



















