VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya penguatan sistem teknologi informasi (IT) untuk mendukung digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos). Penguatan diperlukan guna memastikan integrasi data lintas instansi berjalan optimal, sekaligus menjaga keamanan dan keandalan sistem dalam menentukan kelayakan penerima bantuan sosial.
Tito menjelaskan, penentuan kelayakan penerima bantuan sosial membutuhkan integrasi data dari sejumlah instansi, mulai dari data kepemilikan tanah milik Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), kepemilikan kendaraan dari kepolisian, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), hingga data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Data tersebut kemudian diolah dengan dukungan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu menentukan kelayakan penerima bantuan.
"Kenapa kekuatannya [aplikasi Perlinsos] kuat sekali? Karena menggabungkan data-data dari berbagai instansi, dan menggunakan AI untuk membaca bahwa ini layak atau tidak layak," kata Tito.
Namun, Tito mengingatkan bahwa integrasi data dalam skala besar harus didukung infrastruktur IT yang andal. Gangguan sistem maupun serangan siber berpotensi menghambat layanan dan mengganggu proses pengolahan data.
Ia menyebut sistem IT Dukcapil telah diperkuat untuk mendukung kebutuhan tersebut. Meski demikian, seluruh instansi yang terlibat dalam aplikasi Perlinsos diminta melakukan penguatan serupa, terutama pada kapasitas penyimpanan data (storage), lebar pita jaringan (bandwidth), sistem pencadangan (backup), dan keamanan siber (cybersecurity).
"Perkuat betul storage, bandwidth-nya, dan cybersecurity-nya," tegasnya.
Selain keandalan sistem, Tito menekankan pentingnya pelindungan data pribadi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penguatan infrastruktur IT dinilai penting untuk mencegah akses tidak sah, mengingat besarnya lalu lintas data yang harus diverifikasi dan divalidasi dalam sistem Perlinsos.
"Sebab lalu lintas [data] sedemikian banyak, perlu dilakukan verifikasi, validasi. Saran kami, masing-masing semua yang terlibat dalam aplikasi ini, semua memperkuat sistem IT mereka," pungkasnya. (rnm)























