Prabowo Minta Purbaya Copot Pejabat Bea Cukai Jika Tak Mampu Kerja
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk segera mencopot dan mengganti jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai apabila dinilai lamban dan tidak mampu bekerja cepat.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar pemerintah dalam memberantas korupsi dan pungutan liar (pungli) yang menghambat iklim investasi.
“Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu segera diganti,” ungkap Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Di hadapan lebih dari 400 anggota legislatif dan jajaran pejabat tinggi negara, Prabowo menekankan pentingnya akselerasi pelayanan publik dan pembenahan institusi secara menyeluruh.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa praktik pungli di lapangan masih menjadi momok menakutkan bagi dunia usaha.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, banyak pelaku usaha dan investor yang mengeluhkan maraknya pungutan tidak resmi di berbagai lini birokrasi, yang pada akhirnya merusak daya saing dan memperlambat laju pembangunan industri nasional.
Oleh karena itu, Kepala Negara memerintahkan seluruh menteri, kepala badan, hingga pimpinan lembaga tinggi untuk mengambil langkah radikal dengan membersihkan instansi masing-masing dari oknum penyeleweng wewenang.
Institusi penegakan hukum dan pelayanan publik dituntut bertransformasi menjadi lembaga yang kuat, profesional, transparan, serta bersih dari budaya koruptif.
Menutup arahannya, Presiden Prabowo secara khusus meminta dukungan penuh dari seluruh anggota DPR RI agar senantiasa bersinergi dengan pemerintah dalam mengawal agenda pemberantasan korupsi terintegrasi.
Upaya penyelamatan keuangan negara dan penataan hukum ini dinilai krusial demi membawa Indonesia keluar dari status sebagai negara yang lemah secara ekonomi politik.
"Ini untuk kita semua. Ini untuk masa depan kita. Ini untuk anak dan cucu kita. Kita harus jadi negara yang hebat. Kita tidak mau jadi negara yang lemah terus-menerus," pungkas Prabowo. (af)
Pilihan Redaksi
ImigrasiDPR Kritik Aturan Perpanjangan Paspor Diaspora di Eropa
Anggota Komisi XIII DPR RI, Anwar Sadad, mengkritik keras aturan keimigrasian yang mensyaratkan izin tinggal sah dari negara setempat bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin memperpanjang paspor di luar negeri.Kebijakan tersebut dinilai kontradiktif dan justru menyulitkan agenda perlindungan ne
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Sudah 1 apresiasi · Like gratis, tips opsional.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.





























