VOICE Indonesia
News

Pemerintah Beri Lampu Hijau Bagi Kampus Dirikan SPPG

Afifah - VOICEIndonesia.co02 Juni 2026 pukul 22.07 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto
Foto: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)
Iklan

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta โ€“ Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mempersilakan pihak perguruan tinggi di Indonesia untuk mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Keberadaan unit pemenuhan gizi di lingkungan kampus tersebut dapat dimanfaatkan sebagai wadah pabrik pembelajaran (teaching factory) serta laboratorium praktik langsung bagi mahasiswa, guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Iklan

"Ada beberapa kampus yang membuat SPPG dalam rangka teaching factory, dalam rangka mahasiswa praktik, dalam rangka itu juga sekaligus diteliti, yaitu kami mempersilahkan kepada kampus-kampus tersebut," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menteri Brian menegaskan, inisiatif ini murni bersifat opsional untuk mengasah kapabilitas riset dan pengabdian masyarakat dari sivitas akademika, sehingga tidak ada instruksi paksaan maupun beban regulasi operasional yang mengikat bagi jajaran rektorat.

Partisipasi aktif kampus dalam ekosistem pangan dan gizi nasional ini dinilai setara dengan andil riset perguruan tinggi dalam mengawal proyek strategis nasional lainnya, seperti pengembangan ekosistem kendaraan listrik, teknologi semikonduktor, hingga tanggul laut raksasa (giant sea wall).

"Jadi, kami tidak pernah ada edaran kebijakan bahwa setiap kampus harus mendirikan SPPG, itu tidak pernah ada. Tapi yang kita dorong adalah kependidikan kampus dalam seluruh program-program nasional," ujarnya menjelaskan status kebijakan tersebut.

Melalui kebebasan berinovasi ini, Kementerian Diktisaintek mengarahkan institusi pendidikan tinggi agar lebih fokus pada kajian sains dan metodologi ilmiah jangka panjang.

Riset mendalam berbasis kampus diharapkan mampu memberikan peta jalan data yang akurat mengenai dampak intervensi makanan bergizi terhadap penurunan angka tengkes (stunting) serta perbaikan kualitas kesehatan publik secara makro di tanah air.

"Jadi yang kami dorong adalah bagaimana lakukan riset-riset untuk misalnya stuntingnya bagaimana, dicek. Kan saya pernah mendapatkan paper itu di India, Program MBG ini berhasil menaikkan angka perbaikan gizi dan menurunkan stunting. Nah ini kan perlu jangka panjang, yang barangkali tidak terfikir oleh oleh para SPPG-nya," ucapnya. (af)

Iklan

Pilihan Redaksi

Imigrasi Operasikan Jalur Khusus Kepulangan Jamaah Haji 2026 di Tanah AirImigrasi

Imigrasi Operasikan Jalur Khusus Kepulangan Jamaah Haji 2026 di Tanah Air

Afifahยท02 June 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow
#Tags:#News

โš ๏ธ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

News

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia โ€” ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->