News

Jamaah Haji RI Diminta Batasi Aktivitas di Luar Hotel Guna Hindari Kepadatan

Afifah - VOICEIndonesia.co21 Mei 2026 pukul 21.34 WIB
Suasana Haji di Makkah
Suasana Haji di Makkah
Iklan

VOICEINDONESIA.CO, Tangerang – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Hidayat Nur Wahid (HNW), meminta seluruh jemaah haji Indonesia untuk membatasi aktivitas fisik yang berat dan memprioritaskan stamina. 

Imbauan ini dikeluarkan seiring dengan telah tibanya seluruh kelompok terbang (kloter) jemaah asal Indonesia di Kota Suci Makkah, Arab Saudi.

Iklan

Pesan krusial tersebut disampaikan HNW sesaat sebelum bertolak memimpin rombongan Timwas Haji DPR RI tahap kedua menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026).

Menurut HNW, konsentrasi massa yang melibatkan sekitar 241 ribu jemaah haji reguler maupun khusus asal Indonesia di Makkah akan memicu tingkat kepadatan yang sangat tinggi. 

Oleh karena itu, pengelolaan manajemen pergerakan (mobilitas) serta pemeliharaan kondisi kesehatan jemaah menjadi kunci utama suksesnya penyelenggaraan ibadah tahun ini.

“Kami ingin memastikan ketika jemaah berada di hotel masing-masing, mereka tetap bisa memaksimalkan ibadah sekaligus menjaga kesehatan untuk persiapan puncak haji,” ujar HNW.

Di samping memberikan imbauan kepada jemaah, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini menegaskan bahwa Timwas tahap kedua memiliki fokus utama untuk mengawasi dan memastikan kesiapan skema murur (melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus) berjalan matang. 

Skema ini disiapkan khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi (risti) demi menjamin keselamatan jiwa mereka.

Parlemen mendesak Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk bekerja ekstra dalam melakukan pendataan berkala yang presisi mengenai siapa saja jemaah yang masuk dalam kategori murur maupun jemaah reguler yang tetap diwajibkan menjalani mabit (bermalam) secara konvensional di kawasan Muzdalifah dan Mina.

Iklan

“Siapa yang akan murur dan tidak murur harus dipastikan mendapatkan perhatian proporsional dari PPIH,” tegas Politisi Fraksi PKS tersebut.

Menutup keterangannya, HNW mengingatkan bahwa sektor transportasi bus jemaah dan manajemen kluster perkemahan di Mina merupakan dua lini yang paling rawan memicu masalah krusial saat jutaan umat muslim dari seluruh belahan dunia bergerak serentak menuju fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

Pengawasan melekat akan terus dilakukan DPR agar seluruh rangkaian rukun haji, mulai dari wukuf, mabit, hingga melontar jumrah, dapat terfasilitasi dengan maksimal tanpa kendala logistik. (af)

Pilihan Redaksi

KPK Berpeluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Kasus Suap ImporNasional

KPK Berpeluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Kasus Suap Impor

Afifah·21 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow
#Tags:#News

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

News

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.idIJINCepat.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

#EventBerkelas

Didukung oleh

Naremax Integrated Event Partner

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->