News

Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 3 Jurnalis RI yang Ditahan Israel

Afifah - VOICEIndonesia.co19 Mei 2026 pukul 22.20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra
Foto: Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)
Iklan
Temukan lebih banyak
Peta
Panduan Kota & Daerah
Referensi Geografis

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Pemerintah Indonesia terus mengupayakan pembebasan tiga jurnalis nasional yang ditahan oleh militer Israel saat menjalankan tugas peliputan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina. 

Langkah pembebasan diupayakan secara intensif melalui jalur diplomatik dan hukum dengan menggandeng pihak ketiga.

Iklan

Ketiga jurnalis yang ditahan tersebut adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari harian Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo. 

Mereka dicegat oleh tentara Israel saat berlayar di kawasan perairan internasional untuk mengawal penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban konflik di Jalur Gaza.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan bahwa publik sangat prihatin dan mengecam keras tindakan sewenang-wenang militer Israel terhadap warga negara Indonesia (WNI), khususnya para jurnalis yang dilindungi oleh hukum humaniter internasional.

"Masyarakat sangat prihatin dan menyesalkan apa yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap warga negara Indonesia, khususnya para wartawan. Sampai hari ini kita harus ketahui bahwa masih dalam keadaan sulit untuk menghubungi (para jurnalis)," ujar Yusril di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (19/5/2026).

Yusril mengungkapkan, absennya hubungan diplomatik resmi antara Indonesia dan Israel menjadi kendala utama yang membuat pemerintah tidak dapat melakukan negosiasi atau perundingan secara langsung. 

Guna menyiasati kebuntuan tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah mengambil langkah proaktif dengan menggalang komunikasi dengan negara sahabat maupun lembaga internasional yang memiliki akses ke pihak Israel.

Pemerintah menegaskan akan memaksimalkan segala instrumen hukum internasional dan diplomasi multilateral demi memastikan keselamatan para jurnalis. 

Iklan

Perlindungan terhadap warga negara yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan dan jurnalistik di ruang konflik akan tetap menjadi prioritas utama kabinet.

"Kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik dan upaya-upaya hukum melalui pemerintah dan pihak ketiga untuk melindungi warga negara kita yang diculik oleh negara Israel," pungkas Yusril. (af)

Pilihan Redaksi

Mentan Pecat Jajarannya Gara-gara Mafia AnggaranNasional

Mentan Pecat Jajarannya Gara-gara Mafia Anggaran

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sengaja mengumumkan pemecatan seorang aparatur sipil negara di kementeriannya agar masyarakat waspada terhadap praktik penyimpangan anggaran. ASN berinisial C yang dipecat pada 7 Mei 2026 diduga menyelewengkan anggaran pertanian hampir Rp500 juta dan kini masuk

Sintia Nur Afifah·20 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

News

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.idIJINCepat.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

#EventBerkelas

Didukung oleh

Naremax Integrated Event Partner

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->