Pemerintah Kecolongan, Anak 14 Tahun Jadi Pelaku Kekerasan Berencana
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Langkah ini diambil sebagai respons atas sikap pelaku di media sosial yang menunjukkan ketiadaan rasa bersalah setelah melakukan tindakan agresif tersebut.
"KemenPPPA mendorong dilakukannya asesmen psikologis komprehensif oleh Tim Psikolog Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas)," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Jumat (29/5/2026)
Arifah menegaskan, anak berusia 14 tahun seharusnya sudah mampu membedakan benar dan salah berdasarkan aturan sosial serta hukum.
Oleh karena itu, asesmen ini dinilai sangat krusial untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya fiksasi emosi negatif, seperti dendam akibat gim online, atau adanya gangguan perilaku (conduct disorder) dan emosi yang sudah menetap sebelumnya pada diri pelaku.
Hasil dari pemeriksaan ini nantinya juga akan menjadi dasar untuk menentukan intervensi spesifik klinis selama pelaku menjalani proses hukum agar tidak terjadi pengulangan tindak pidana (residivisme) di masa depan.
Secara psikologis, tindakan sangat agresif seperti menyakiti sesama atau hewan umumnya disebabkan oleh interaksi faktor lingkungan.
Seperti kondisi rumah yang disfungsional (chaos), pola asuh tidak konsisten atau terlalu permisif, serta faktor neurobiologis seperti kondisi penyerta Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Conduct Disorder, atau Oppositional Defiant Disorder (ODD).
Kasus kekerasan berencana ini diduga kuat bermula dari permainan digital, melibatkan seorang anak berusia 14 tahun sebagai pelaku atau AKH, dan seorang anak berusia 12 tahun yang menjadi korban kekerasan. (af)
Pilihan Redaksi
NasionalProgram 3 Juta Rumah Mulai Bergerak, 129.000 Hektare Lahan Disiapkan
Pemerintah terus mengakselerasi Program 3 Juta Rumah. Dua langkah besar sekaligus disiapkan: digitalisasi penuh program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dan penyiapan lahan skala besar dari Kementerian ATR/BPN untuk pembangunan rumah susun dan kota satelit.
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
















