VOICE Indonesia
HOT
News

BMKG Catat 478 Titik Panas, Sumsel Terbanyak

M. Rizki - VOICEIndonesia.co2 menit baca

Ringkasan Berita

AI
VOICE Indonesia di Google
Karhutla
Karhutla(Foto: Istimewa/ilustrasi)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 478 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di berbagai wilayah Indonesia pada 16 Oktober 2026. Di tengah kondisi tersebut, cuaca relatif kering diprakirakan masih berlanjut di sejumlah wilayah hingga 24 Oktober, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu diwaspadai.

Sumatra Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 189 titik. Selanjutnya, Jawa Timur mencatat 89 titik dan Papua Selatan sebanyak 63 titik. Sementara itu, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah masing-masing mencatat 26 titik panas.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan jumlah titik panas di Kalimantan Tengah mengalami penurunan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

“Meski demikian, jumlah titik panas harian di Kalimantan Tengah menurun signifikan dibandingkan pemantauan pada 15 Oktober 2026, dari 485 titik menjadi 26 titik. Perkembangan ini menunjukkan penurunan jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah tersebut, meskipun potensi karhutla tetap perlu diwaspadai,” ujar Andri.

Penurunan tersebut menjadi perkembangan positif dalam pemantauan titik panas. Namun, kondisi itu tidak serta-merta meniadakan risiko karhutla, terutama di wilayah yang masih mengalami cuaca relatif kering.

BMKG memprakirakan kondisi kering berlanjut pada 17–24 Oktober 2026, terutama di Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Kalimantan. Kondisi tersebut terjadi seiring dengan rendahnya potensi pertumbuhan awan hujan.

Sebaliknya, peluang pertumbuhan awan hujan lebih dari 70 persen masih terdapat di sejumlah wilayah, terutama Sumatra bagian utara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Kondisi ini mendukung potensi hujan ringan hingga sedang.

BMKG juga mewaspadai potensi hujan lebat di sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Papua Pegunungan.

Pola angin pada lapisan atmosfer 925–500 hPa secara umum didominasi angin dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 5–34 knot. Pola angin tersebut turut memengaruhi pergerakan dan penyebaran asap karhutla serta proses pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Di sisi lain, sebaran asap karhutla masih terpantau di sebagian besar Sumatra dan Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Kepulauan Maluku, serta sebagian besar Papua. Asap di wilayah-wilayah tersebut terpantau bergerak ke arah barat laut hingga timur laut.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan karhutla. Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air, tidak membakar sampah, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar, khususnya di lahan gambut, semak belukar, dan kawasan hutan.

Apabila menemukan indikasi titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang. (rnm)

Pilihan Redaksi

Mendagri Minta Sistem IT Digitalisasi Perlinsos DiperkuatNasional

Mendagri Minta Sistem IT Digitalisasi Perlinsos Diperkuat

M. Rizki· 18 October 2026
##bmkg #kekeringan #karhutla #ekonomi #sumsel #panas
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.