Trump "Memaki" Netanyahu Via Telepon Setelah Israel Kembali Serang Lebanon
VOICEINDONESIA.CO, Washington Dc – Trump murka karena menilai respons militer Israel terhadap serangan Hizbullah dari Lebanon sebagai eskalasi yang tidak proporsional. Meski Trump mengakui meningkatnya serangan Hizbullah terhadap Israel dalam beberapa hari terakhir, ia tidak bisa menerima langkah Tel Aviv yang dinilai justru memperburuk situasi.
"Anda pasti sudah ada di penjara kalau bukan karena saya. Semua orang sekarang membenci Anda. Semua orang membenci Israel karena hal ini," kata Trump kepada Netanyahu, merujuk pada proses hukum pidana yang tengah membelit Netanyahu.
Sejumlah sumber kepada Axios juga mengungkapkan Trump menyebut Netanyahu dengan kata "gila" dan menggunakan umpatan saat membentak pemimpin Israel itu. Hubungan keduanya yang selama ini tampak akrab kini terang-terangan retak di hadapan publik.
Di sisi lain, situasi di kawasan kian rumit. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Teheran akan menghentikan negosiasi dengan AS dan mengambil tindakan terhadap Israel jika serangan ke Lebanon terus berlanjut.
Ketegangan ini terjadi di tengah proses gencatan senjata Lebanon dan Israel yang sudah disepakati namun kenyataannya Israel masih terus melancarkan serangan harian terhadap puluhan pemukiman di Lebanon selatan, memicu balasan militer dari Hizbullah yang tak kunjung berhenti.
Pilihan Redaksi
Dalam Lima Bulan 10.000 WNI Minta Dipulangkan dari Kamboja
Angka yang mencengangkan datang dari Kamboja. Hanya dalam kurun lima bulan pertama 2026, sudah 10.151 WNI melapor ke KBRI Phnom Penh untuk meminta bantuan pemulangan, melampaui dua kali lipat jumlah kasus sepanjang tahun 2025 yang hanya 5.088 kasus.Mayoritas dari mereka adalah mantan pekerja jaringa
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.









