VOICE Indonesia
Internasional

Diplomasi Indonesia Perjuangkan Hak Pekerja Migran di New York

Redaksi - VOICEIndonesia.co09 Mei 2026 pukul 19.54 WIB
Direktur Jenderal Pelindungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Rinardi di di Markas Besar PBB, New York, pada tanggal 8 Mei 2026
Direktur Jenderal Pelindungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Rinardi di di Markas Besar PBB, New York, pada tanggal 8 Mei 2026(Foto: dok.Voiceindonesia.co)
Iklan
Temukan lebih banyak
Referensi Geografis
Peta
Panduan Kota & Daerah

VOICEINDONESIA.CO, New York – Delegasi Republik Indonesia secara resmi menyampaikan pernyataan diplomatik yang dikenal sebagai Explanation of Vote (EoV) dalam rangkaian Sesi Plenary Second International Migration Review Forum (IMRF) 2026.

Pertemuan tingkat tinggi ini diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, pada tanggal 8 Mei 2026. Momentum ini terjadi tepat setelah dokumen Progress Declaration diadopsi secara konsensus oleh seluruh negara anggota PBB yang hadir.

Iklan

Penyampaian EoV tersebut menjadi catatan penting dalam rekam resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai bentuk penegasan sikap politik suatu negara. Melalui pernyataan ini, Indonesia menunjukkan eksistensi dan peran aktifnya dalam kancah diplomasi multilateral, khususnya terkait isu kemanusiaan.

Dokumen yang telah disepakati tersebut diharapkan mampu menjadi kompas baru bagi tata kelola migrasi internasional yang lebih adil dan manusiawi.

Dalam pernyataan tersebut, Indonesia menegaskan dukungan penuh terhadap Progress Declaration dengan mengakui adanya keberagaman realitas migrasi di berbagai belahan dunia.

Pemerintah Indonesia menyadari bahwa setiap negara memiliki tantangan yang unik, namun kerja sama kolektif tetap menjadi kunci utama. Kerja sama dan kemitraan yang kuat antara negara asal, transit, dan tujuan harus terus dijaga demi stabilitas global.

Sebuah kutipan penting dalam forum tersebut menegaskan posisi dasar Indonesia bahwa migrasi tidak bisa dikelola secara sepihak. "Migration can only be governed effectively through cooperation and practical partnership," demikian bunyi pernyataan yang menekankan pentingnya sinergi antarnegara.

Tanpa adanya kemitraan yang praktis dan nyata, regulasi migrasi hanya akan menjadi sekumpulan aturan di atas kertas tanpa dampak signifikan.

Perhelatan IMRF 2026 yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 8 Mei 2026 ini membuahkan Progress Declaration sebagai acuan kebijakan migrasi global untuk periode 2026–2030. Kerangka kerja ini berada di bawah payung besar Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration (GCM).

Iklan
Temukan lebih banyak
Peta
Referensi Geografis
Panduan Kota & Daerah

Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap perpindahan manusia antarnegara dilakukan secara aman, tertib, dan sesuai dengan jalur reguler.

Pemerintah Indonesia menaruh perhatian sangat besar pada hasil forum ini karena berkaitan langsung dengan nasib warga negaranya di luar negeri. Komitmen penuh diberikan untuk mengimplementasikan isi deklarasi tersebut demi memberikan perlindungan maksimal bagi lebih dari 5 juta Pekerja Migran Indonesia.

Angka yang besar tersebut menuntut tanggung jawab negara dalam memastikan hak-hak mereka terpenuhi di mana pun mereka bekerja.

Direktur Jenderal Pelindungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Rinardi, hadir langsung untuk memberikan apresiasi atas jalannya forum tersebut.

Ia memberikan penghormatan khusus kepada negara Kenya dan Luksemburg yang telah bertindak sebagai fasilitator dalam proses panjang ini. Keberhasilan mencapai konsensus merupakan buah dari negosiasi yang intens namun tetap dalam semangat kebersamaan.

"Terima kasih, Ibu Presiden. Indonesia menyambut baik pengadopsian Deklarasi Kemajuan ini dan mengapresiasi keterlibatan luas serta upaya yang telah dilakukan selama proses ini, yang difasilitasi oleh Kenya dan Luksemburg," kata Rinardi dalam pidatonya pada Jumat (08/05/2026). Pernyataan tersebut mencerminkan rasa syukur atas rampungnya dokumen strategis yang akan menjadi fondasi kebijakan selama empat tahun ke depan.

Rinardi juga menyoroti bagaimana perbedaan latar belakang setiap negara anggota memengaruhi cara pandang mereka terhadap isu migrasi. "Diskusi-diskusi ini mengingatkan kita bahwa migrasi dialami secara berbeda oleh setiap Negara Anggota. Realitas yang berbeda ini membentuk perspektif nasional, prioritas, dan pendekatan kita terhadap tata kelola migrasi," pungkasnya dengan nada yang menekankan empati antarnegara.

Meskipun terdapat perbedaan perspektif, ia meyakini bahwa dialog yang berkelanjutan adalah jembatan untuk mencapai pemahaman bersama. "Pada saat yang sama, hal ini juga menggarisbawahi pentingnya menjaga dialog, kerja sama, dan saling pengertian. Indonesia mendukung Deklarasi Kemajuan ini secara keseluruhan. Kami yakin deklarasi ini memberikan dasar penting untuk terus memajukan migrasi yang aman, tertib, dan teratur, dengan tetap menempatkan hak, martabat, dan kesejahteraan migran sebagai pusat dari upaya kita," lanjutnya.

Lebih lanjut, Indonesia menekankan bahwa implementasi Global Compact harus dilakukan secara menyeluruh tanpa tebang pilih demi mencapai keseimbangan tata kelola. "Indonesia juga menegaskan kembali pentingnya implementasi penuh dari Kompak Global (Global Compact) secara keseluruhan, sejalan dengan visi tata kelola migrasi yang komprehensif dan seimbang," ujar Rinardi memperjelas posisi strategis Indonesia di hadapan para delegasi dunia.

Rinardi juga menyerukan agar semangat kerja sama ini tidak berhenti hanya sampai pada selesainya forum di New York tersebut. "Ke depannya, Indonesia menyerukan komitmen bersama yang lebih kuat di antara negara asal, transit, dan tujuan. Meskipun realitas dan tanggung jawab kita mungkin berbeda, migrasi hanya dapat dikelola secara efektif melalui kerja sama dan kemitraan praktis. Oleh karena itu, Indonesia berharap agar Negara-negara Anggota dapat menjaga semangat kerja sama yang telah memandu proses ini," tegas Rinardi.(red)

Pilihan Redaksi

DPR Kritik Aturan Perpanjangan Paspor Diaspora di EropaImigrasi

DPR Kritik Aturan Perpanjangan Paspor Diaspora di Eropa

Afifah·20 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Internasional

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.idIJINCepat.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

#EventBerkelas

Didukung oleh

Naremax Integrated Event Partner

Made with Emergent

-->-->-->