VOICE Indonesia
Internasional

Erdogan : Israel Biang Kerok Krisis Timur Tengah

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Recep Tayyip Erdogan menuding provokasi Israel menjadi salah satu penyebab utama krisis yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Ankara – Erdogan menyebut provokasi Israel yang terus berlangsung hingga kini sebagai alasan utama krisis ini muncul dan terus membara. Ankara menilai langkah pertama menuju perdamaian harus dimulai dari menetralisir provokasi Israel sebelum upaya stabilisasi kawasan bisa dilakukan secara serius.

"Provokasi Israel yang hingga kini masih berlangsung menjadi salah satu alasan utama krisis ini muncul," tegas Erdogan kepada wartawan sepulang dari kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan, Sabtu (16/5/2026).

Erdogan juga menekankan bahwa persoalan di kawasan Timur Tengah harus diselesaikan oleh para pemain regional itu sendiri tanpa campur tangan pihak luar. Ia mendesak negara-negara di kawasan untuk lebih mendahulukan kepentingan rakyat mereka sendiri ketimbang kepentingan negara asing atau perusahaan multinasional.

Turki menegaskan akan terus berupaya mencegah eskalasi lebih lanjut dan memperkuat stabilitas kawasan. Pernyataan Erdogan ini muncul di tengah situasi Timur Tengah yang masih panas menyusul konflik bersenjata AS-Iran yang pecah sejak Februari lalu dan belum menemukan jalan keluar yang pasti.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.