
Iran Sodorkan 14 Poin Syarat Perdamaian ke Amerika

VOICEINDONESIA.CO, Teheran – Kantor berita semiresmi Iran Tasnim pada Senin (18/5/2026) melaporkan informasi tersebut mengutip pernyataan narasumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran. Rencana perdamaian ini dikirim melalui jalur diplomasi Pakistan yang telah memainkan peran penting sebagai mediator konflik.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi dan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi telah bertukar pandangan mengenai upaya yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang. Dalam sebuah pertemuan di Teheran pada Senin, kedua pihak juga membahas situasi keamanan terkini di kawasan tersebut dan kerja sama bilateral.
Araghchi memuji jasa baik Pakistan dalam mendorong diplomasi dan mencegah eskalasi ketegangan. Dia menyebut perilaku AS yang kontradiktif dan maksimalis serta kegagalan AS dalam menepati janjinya sebagai hambatan utama bagi upaya diplomasi.
"Perilaku AS yang kontradiktif dan maksimalis serta kegagalan AS dalam menepati janjinya sebagai hambatan utama bagi upaya diplomasi," ujar Araghchi dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa (19/5/2026).
Naqvi menyampaikan telah menggelar pembicaraan yang konstruktif dan bermanfaat dengan para pejabat Iran termasuk Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni. Kunjungan selama dua hari ke Teheran ini menunjukkan tekad kuat pemerintah Pakistan untuk terus mendorong hubungan dengan Iran.
Iran, AS, dan Israel menyepakati gencatan senjata pada 8 April yang disusul dengan perundingan damai tak langsung antara Teheran dan Washington di Islamabad pada 11 dan 12 April. Namun perundingan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan.
Dalam beberapa pekan terakhir kedua pihak dilaporkan saling bertukar beberapa rencana usulan yang menguraikan persyaratan untuk mengakhiri konflik melalui Pakistan. Pakistan terus memainkan peran strategis sebagai jembatan diplomasi antara Iran dan AS dalam upaya penyelesaian konflik secara damai.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



