Internasional

Risiko Kesehatan Terhadap Penyebaran Hantavirus Masih Rendah

Afifah - VOICEIndonesia.co07 Mei 2026 pukul 12.58 WIB
Hantavirus di kapal pesiar
Hantavirus di kapal pesiar
Iklan
Temukan lebih banyak
Peta
Panduan Kota & Daerah
Referensi Geografis

VOICEINDONESIA.CO, Jenewa – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa risiko kesehatan masyarakat terkait penyebaran hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius masih relatif rendah.

Hingga saat ini, tercatat delapan kasus infeksi yang telah dikonfirmasi, dengan tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Iklan

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengonfirmasi bahwa strain hantavirus Andes telah terdeteksi pada penumpang kapal yang tengah berlayar di Samudra Atlantik tersebut.

Diagnosis ini diperkuat melalui hasil uji laboratorium di Afrika Selatan dan Swiss setelah satu pasien tambahan yang kembali ke Swiss teridentifikasi positif.

"Pada tahap ini, risiko kesehatan masyarakat relatif rendah," ungkap Tedros melalui pernyataan di platform media sosial X, Rabu (6/5/2026).

Merespons situasi darurat tersebut, Spanyol memutuskan untuk menerima kapal yang saat ini berada di sekitar Tanjung Verde tersebut untuk bersandar di Kepulauan Canary.

Langkah ini diambil berdasarkan hukum internasional dan prinsip kemanusiaan guna memberikan penanganan medis yang diperlukan bagi penumpang dan awak kapal.

Setibanya di Kepulauan Canary, seluruh orang di dalam kapal akan menjalani pemeriksaan medis melalui sistem transportasi dan fasilitas isolasi khusus.

Protokol ini dikembangkan bersama Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) untuk memastikan tidak ada kontak antara pasien dengan populasi setempat.

Iklan
Temukan lebih banyak
Peta
Referensi Geografis
Panduan Kota & Daerah

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang ditularkan melalui hewan pengerat (rodent), baik lewat kontak dengan urin, kotoran, air liur, maupun gigitan.

Gejala awal penyakit ini menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, dan gangguan pencernaan, namun dapat berkembang menjadi kondisi parah berupa kesulitan bernapas akibat paru-paru yang terisi cairan. (af)

Pilihan Redaksi

DPR Kritik Aturan Perpanjangan Paspor Diaspora di EropaImigrasi

DPR Kritik Aturan Perpanjangan Paspor Diaspora di Eropa

Afifah·20 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Internasional

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.idIJINCepat.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

#EventBerkelas

Didukung oleh

Naremax Integrated Event Partner

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->