
Pemprov Jawa Timur - China Dorong Peningkatan Kerja sama SDM dan Perdagangan

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat kerja sama peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan perdagangan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam pertemuan bersama Konsul Jenderal RRT Ye Su di Surabaya.
Kerja sama tersebut difokuskan pada sektor pendidikan, manufaktur, serta peluang ekspor komoditas unggulan Jawa Timur.
“Penguatan pendidikan menengah di Jawa Timur berjalan selaras dengan kebutuhan pendidikan tinggi, sehingga transisi siswa dari SMA ke perguruan tinggi dapat berlangsung lebih efektif dan berkeadilan,” kata Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Senin (5/1/2025).
Baca Juga: Baru Dideportasi dari Malaysia, WNI Meninggal Dunia di Pos Pemulangan DumaiPertemuan yang berlangsung di Kediaman Konjen RRT Surabaya itu membahas sejumlah agenda strategis, antara lain program beasiswa pelajar, pelatihan guru sekolah menengah kejuruan (SMK), kerja sama industri manufaktur, hingga potensi ekspor sarang burung walet ke Tiongkok.
Khofifah menjelaskan, sistem penerimaan mahasiswa ke perguruan tinggi negeri di Indonesia saat ini terbagi dalam jalur tes dan jalur tanpa tes yang berbasis prestasi akademik maupun nonakademik.
Menurutnya, Jawa Timur menunjukkan kinerja konsisten dalam bidang pendidikan.
“Kalau tanpa tes, pengumumannya di bulan Maret. Itu dilihat dari prestasi, baik akademik maupun jalur prestasi. Dan sejak 2020 sampai 2025, siswa Jawa Timur konsisten yang tertinggi diterima di perguruan tinggi negeri, baik dengan tes maupun tanpa tes,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam menyiapkan SDM unggul melalui enam sekolah berasrama yang dikelola pemerintah daerah.
Baca Juga: KP2MI - ILO Susun Roadmap Keberlanjutan Hidup Pekerja Migran IndonesiaSekolah-sekolah tersebut dirancang untuk mencetak calon pemimpin masa depan yang memiliki daya saing global.
“Sekolah-sekolah ini memang kami desain untuk mencetak calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, ketika ada peluang beasiswa internasional, termasuk ke Tiongkok, bisa kita siapkan dari sekolah-sekolah ini,” kata Khofifah.
Di sektor perdagangan, Khofifah menyebut industri manufaktur menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur, dengan kontribusi mencapai 31,16 persen pada triwulan III 2025, melampaui rata-rata nasional.
Salah satu komoditas yang dinilai berpotensi besar menembus pasar Tiongkok adalah sarang burung walet, dengan catatan memenuhi standar karantina dan ketentuan ekspor internasional.
“Sarang burung walet adalah peluang besar bagi Jawa Timur. Dengan standar yang tepat dan kerja sama yang kuat, kami optimistis ekspor ke Tiongkok dapat terus ditingkatkan, meskipun ada aturan karantina yang harus dipenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, Konsul Jenderal RRT Ye Su mengapresiasi komitmen Pemprov Jawa Timur dalam memperkuat kerja sama strategis, terutama di bidang pendidikan, pengembangan SDM, dan perdagangan.
“Kami melihat Jawa Timur memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan dan SDM. Tiongkok terbuka untuk memperluas kerja sama, baik melalui beasiswa, pelatihan, maupun kolaborasi di bidang manufaktur dan perdagangan,” kata Ye Su. (af/ri)
Pilihan Redaksi: PR Sistemik: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Direformasi TotalPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.


